Dalam rangka memperingati Dies Natalis Kesatu, Divisi Inovasi dan Aplikasi AI Universitas Harkat Negeri menyelenggarakan webinar dan workshop nasional bertajuk "Arah Pendidikan di Era Tenaga Kerja AI" pada Rabu, (6/8/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan kompetensi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kini tengah mengubah pola kerja dan pendidikan secara global.
Acara yang dibuka oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Harkat Negeri, Gunawan Adib Achmadi, menekankan bahwa kita telah memasuki era disrupsi di mana inovasi teknologi terjadi sangat cepat, bahkan dalam hitungan jam. Beliau menegaskan pentingnya adaptasi agar perguruan tinggi dan lulusannya tidak kehilangan relevansi di tengah "perang brutal" perubahan teknologi ini.
Narasumber utama, Hanif Rasyidi, Ph.D., seorang pakar dan konsultan AI, memaparkan data krusial mengenai tantangan ketenagakerjaan. Beliau menyoroti data BPS per Februari 2026 yang menunjukkan fenomena ironis: tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi (6,13%) justru lebih tinggi dibandingkan lulusan SD (2,32%) dan SMP (4,19%). Hal ini dipicu oleh ketidaksesuaian keterampilan (skills mismatch) antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri yang berubah sangat cepat.
"Pekerjaan tidak hilang, tetapi kriterianya yang diganti," ujar Hanif Rasyidi. Beliau menjelaskan bahwa posisi tingkat pemula (entry-level) kini banyak diambil alih oleh AI, sehingga lulusan baru dituntut memiliki kemampuan logical thinking, literasi AI, serta portofolio yang nyata. Hanif juga memberikan ilustrasi langsung bagaimana AI dapat digunakan untuk merancang perencanaan produksi broadcast hanya dalam hitungan menit, menunjukkan efisiensi luar biasa yang kini menjadi standar industri.
Kepala Divisi Inovasi dan Aplikasi AI Universitas Harkat Negeri, Mirza Alim Mutasodirin, yang bertindak sebagai moderator, menambahkan bahwa universitas berkomitmen untuk mengajak seluruh program studi, termasuk non-IT, agar mampu menyesuaikan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan era AI. Salah satu strategi yang diusulkan adalah penguatan literasi dan kompetensi penggunaan AI bagi dosen pengajar dan mahasiswa, serta magang yang terintegrasi.
Webinar ini ditutup dengan kutipan motivasi dari CEO Nvidia, Jensen Huang: "Bukan AI yang akan mengambil pekerjaan Anda, melainkan orang yang menguasai AI-lah yang akan melakukannya". Melalui kegiatan ini, Universitas Harkat Negeri berharap dapat mencetak generasi inovator yang mampu memanfaatkan AI sebagai instrumen kemajuan, bukan sekadar menjadi penonton di era digital.