Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Tegal yang ke-446, Universitas Harkat
Negeri bersama Kementerian Pekerjaan Umum, VirilyaENB, Pemkot Tegal dan Rujak Center
for Urban Studies sukses menyelenggarakan lokakarya bertajuk "Dekarbonisasi dan Desain
Pasif untuk Hunian di Iklim Tropis Panas-Lembap Indonesia". Acara yang digelar di Aula
Kampus Mataram Universitas Harkat Negeri pada Jumat, (24/4/2026) ini menjadi momentum
penting bagi pengembangan standar hunian yang adaptif terhadap perubahan iklim di
Indonesia.
Acara diawali dengan sambutan dari Wakil Rektor bidang Sumber Daya Universitas Harkat
Negeri, Rudiyanto, yang menyoroti tantangan geografis Kota Tegal.
"Kita semua merasakan betapa panasnya suhu di Tegal hari ini. Masalah hunian di pesisir
sangat kompleks, mulai dari kawasan kumuh hingga ancaman banjir rob dan abrasi.
Universitas Harkat Negeri berharap lokakarya ini melahirkan ide-ide cemerlang sebagai jalan
keluar untuk masyarakat Indonesia," ungkapnya.
Sinergi lintas sektor ini didukung penuh oleh Direktur Komunikasi VirilyaENB, Yasmin
Sagita. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi keterbukaan seluruh pihak.
"Kami berterima kasih kepada Universitas Harkat Negeri yang telah memfasilitasi ruang
kolaborasi ini. Bersama tim Rujak Center for Urban Studies, kami berkomitmen mendukung
transformasi perkotaan yang berkeadilan melalui studi pembangunan berkelanjutan," ujar
Yasmin.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Direktur Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan
Lingkungan (BTBGPL) Kementerian PU, Kuswara, beliau menjelaskan bahwa proyek
purwarupa Rumah Susun Rendah Karbon yang diresmikan merupakan standar baru masa
depan.
"Penerapan desain pendinginan pasif bukan sekadar tren, melainkan bagian dari budaya mutu
pembangunan yang kami dorong bersama Universitas Harkat Negeri untuk mencapai
efisiensi energi yang maksimal," jelas Kuswara.
Sebagai puncak acara pembukaan, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, memberikan pesan
penutup sekaligus meresmikan kegiatan.
"Di hari jadi Kota Tegal yang ke-446 ini, saya ingin Tegal menjadi pelopor pembangunan
yang ramah lingkungan. Sinergi antara pemerintah dan akademisi dari Universitas Harkat
Negeri adalah kunci untuk membangun kota yang tangguh," tegas beliau.
Peresmian ini ditandai secara simbolis dengan prosesi pemukulan gong oleh Wakil Walikota,
didampingi oleh jajaran pimpinan yang hadir.
Keterlibatan aktif Universitas Harkat Negeri dalam agenda ini merupakan perwujudan dari
visi kampus untuk menjadi pusat inovasi arsitektur yang berkelanjutan. Melalui lokakarya ini,
universitas berkomitmen untuk terus menjembatani riset akademis dengan implementasi
kebijakan publik, guna memastikan pembangunan hunian di Indonesia, khususnya di wilayah
pesisir, tidak hanya kokoh secara struktur, tetapi juga rendah emisi dan mampu meningkatkan
kualitas hidup masyarakat luas.