Daftar Sekarang

D-3 Akuntansi Harkat Negeri Gelar Workshop Perbankan Dorong Generasi Cerdas Finansial di Era Fintech dan Digital Banking

06 Februari 2026 15:30:00 WIB
images/article_img_D-3_Akuntansi_Harkat_Negeri_Gelar_Workshop_Perbankan_Dorong_Generasi_Cerdas_Finansial_di_Era_Fintech_dan_Digital_Banking.jpg

Universitas Harkat Negeri menyelenggarakan Workshop Perbankan bertajuk “Generasi Cerdas Finansial di Era Fintech dan Digital Banking” dengan menghadirkan beberapa praktisi dari lembaga keuangan, di Aula Gedung C, Kampus Mataram Universitas Harkat Negeri pada Kamis (5/2/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi dan kesiapan generasi muda menghadapi transformasi sektor keuangan digital.

Ketua Program Studi D-3 Akuntansi, Krisdyawati, menyampaikan bahwa workshop ini dirancang untuk memberikan wawasan akademis sekaligus praktis mengenai perkembangan perbankan digital, integrasi teknologi finansial dalam sistem keuangan, serta tantangan dan peluang industri perbankan di era digital.

“Perubahan cepat di sektor keuangan menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat terkait risiko dan tata kelola keuangan,” tutur Krisdyawati.

Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber dari regulator dan praktisi industri. E. Srivishnu Herlambang, selaku Business Brand Manager BNI, memaparkan peran strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengatur, mengawasi, dan melindungi sektor jasa keuangan.

Dalam paparannya, disoroti pula tantangan keuangan di era digital, seperti tingginya penetrasi internet, dominasi generasi Z dan milenial, serta masih lebarnya kesenjangan antara indeks inklusi dan literasi keuangan. Kondisi tersebut diperparah dengan maraknya kejahatan keuangan digital, mulai dari penipuan daring, kebocoran data, hingga serangan siber. 

“Generasi muda dinilai menjadi kelompok yang rentan akibat rendahnya literasi keuangan, fenomena YOLO, FOMO, dan FOPO, serta gaya hidup konsumtif yang dipengaruhi media sosial,” tutur Herlambang.

Materi juga menyinggung fenomena penggunaan paylater, pinjaman online, dan investasi ilegal. Kemudahan akses keuangan digital dinilai perlu diimbangi dengan sikap bijak agar tidak berdampak pada skor kredit, teror penagihan, maupun kesulitan pembiayaan di masa depan.

Sementara itu, Asisten Manajer Kantor OJK Tegal, Adelin Natasha Dany, memaparkan perkembangan dan transformasi sistem pembayaran di Indonesia dalam menghadapi era digital dan fintech, dengan tujuan membentuk generasi yang cerdas secara finansial. Ia menegaskan pentingnya pemahaman terhadap ekosistem pembayaran digital yang aman dan inklusif.

Materi mengenai sistem pembayaran juga disampaikan oleh Achmad Dwinanto, Analis Yunior Bank Indonesia Wilayah Tegal. Ia menjelaskan peran Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, sistem pembayaran, dan sistem keuangan. Sistem pembayaran nasional, menurutnya, terdiri atas pembayaran tunai dan nontunai yang bersifat saling melengkapi.

Perkembangan digitalisasi sistem pembayaran terus melaju pesat seiring perubahan demografi dan pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan, biometrik, hingga konsep future of payment. Kebijakan Sistem Pembayaran 2030 diarahkan pada terwujudnya ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang terintegrasi melalui interkoneksi, interoperabilitas, dan integrasi data.

“QRIS sebagai standar nasional pembayaran berbasis QR Code dinilai mampu mendukung transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal, serta terus dikembangkan hingga mendukung transaksi lintas negara dan UMKM,” tambah Achmad.

Melalui workshop ini, Universitas Harkat Negeri menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi keuangan dan pembentukan generasi muda yang cakap, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan layanan keuangan digital di tengah pesatnya perkembangan fintech dan digital banking.

 

Bagikan Berita ini: