Daftar Sekarang

Dorong Semangat Hafalan Qur’an dan Soft Skill Dakwah, Prodi Ilmu Komunikasi Hadirkan Pelatihan Public Speaking untuk Santri Tegal

02 Maret 2026 14:17:00 WIB
images/article_img_Dorong_Semangat_Hafalan_Qur’an_dan_Soft_Skill_Dakwah,_Prodi_Ilmu_Komunikasi_Hadirkan_Pelatihan_Public_Speaking_untuk_Santri_Tegal.jpg

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Harkat Negeri menggelar kegiatan Santri Communication Class di Pondok Pesantren Darul Yatama Barokatul Ma'ruf Tahfidzul Quran pada Jumat (27/2/2026).

Kegiatan yang diikuti 80 peserta ini menjadi momentum berbagi pengetahuan sekaligus berbagi kebahagiaan melalui iftar Ramadan bersama para santri. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh seluruh dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi.  Mereka berbaur dengan para santri dalam kegiatan tersebut. 

Ketua Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Harkat Negeri, Himawan Ardhi Ristanto, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bagian dari komitmen program studi ilmu komunikasi untuk hadir dan berbagi manfaat bagi masyarakat, khususnya kalangan pesantren.

“Kegiatan ini dalam rangka berbagi, baik itu sharing pengetahuan juga berbagi iftar Ramadan. Kami ingin memberikan spirit kepada adik-adik santri untuk giat menamatkan hafalan Al-Qur’an dan mengembangkan kemampuan soft skill seperti public speaking, karena kelak ketika lulus pasti menjadi pendakwah. Pendakwah itu adalah aktor komunikator juga,” ujarnya.

Ia juga mendorong para santri agar tidak ragu nantinya untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Menurutnya, Universitas Harkat Negeri membuka banyak peluang beasiswa, termasuk bagi penghafal Al-Qur’an.

“Kami mengundang adik-adik untuk semangat menghafal Qur’an, karena di Universitas Harkat Negeri ada banyak kesempatan beasiswa, salah satunya beasiswa tahfidz Qur’an. Jadi bisa nanti tetap mondok sekaligus kuliah di Universitas Harkat Negeri,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pondok Darul Yatama Barokatul Ma'ruf Tahfidzul Quran, KH Ahmad Ishomuddin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa dan jajaran Prodi Ilmu Komunikasi. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dalam memotivasi santri untuk menguatkan bekal dakwah, baik dari sisi keilmuan agama maupun keterampilan komunikasi.

“Di pesantren ada waktu tertentu santri latihan muhadhoroh, latihan pidato menyampaikan dakwah. Kan ada hadits sampaikan walaupun satu ayat. Jadi santri-santri kami butuh dibekali tips dan trik agar tidak grogi saat pegang mic dan maju ceramah di podium,” ungkap kepala pondok yang bertetanggaan dengan Harkat Negeri yakni di Jl. Mataram, Pesurungan Lor itu. 

Sharing session dalam Santri Communication Class  disampaikan oleh Ketua Komunitas Mahasiswa Komunikasi (Komikom), Mohammad Kamal Bustami. Dalam sesi ini mengupas Materi Public Speaking. Kamal membagikan berbagai teknik dasar berbicara di depan umum, mulai dari mengatur nafas untuk meredakan rasa gugup, berbicara dengan lantang dan membuka artikulasi agar tidak terdengar menggumam, hingga pentingnya memperbanyak latihan sebagai MC, moderator, maupun pembicara. 

“Era saat ini komunikasi juga bisa melalui banyak media seperti media sosial. Jadi kemampuan berbicara bukan hanya di mimbar, tetapi juga di ruang digital,” jelas mahasiswa prodi ilmu komunikasi ini.

Tak hanya sesi berbagi ilmu, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan tali asih berupa makanan iftar dan sembako. Momentum tersebut menjadi wujud kolaborasi antara kampus dan pesantren dalam membangun generasi santri yang tidak hanya kuat dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga percaya diri dalam menyampaikan pesan dakwah di berbagai ruang dan kesempatan.

Bagikan Berita ini: