Dosen Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik Universitas Harkat Negeri, terus memperkuat peran akademisi dalam pembangunan desa. Melalui kegiatan Sosialisasi Pelaporan Keuangan BUMDes sekaligus Monitoring dan Evaluasi BUMDes, yang digelar di Gedung Pertemuan KWK DIKBUD Kecamatan Jatinegara pada Kamis, (25/09/2025).
Dosen Harkat Negeri, Mohammad Alfian hadir memberikan edukasi tentang pentingnya tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) yang profesional dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Tegal, Teguh Mulyadi, para kepala desa, pengurus BUMDesa se-Kecamatan Jatinegara, serta perwakilan akademisi dari Universitas Harkat Negeri.

Dalam sambutannya, Teguh Mulyadi menjelaskan komposisi pembagian Dana Desa yang harus dikelola secara efektif dan akuntabel.
“Alokasi Dana Desa meliputi BLT Desa maksimal 25%, ketahanan pangan minimal 20%, penurunan stunting, serta pemberdayaan masyarakat. Sebagian kecil, maksimal 3%, digunakan untuk operasional pemerintahan desa, dan sisanya untuk pembangunan sarana prasarana, pengembangan BUMDes, dan program prioritas lainnya,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa dari dana desa yang dialokasikan untuk BUMDes, para pengurus harus cerdas membaca potensi lokal dan memilih produk unggulan desa yang minim risiko agar usaha dapat berjalan berkelanjutan.
Dari Universitas Harkat Negeri, hadir sebagai narasumber Mohammad Alfian, Ketua Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik. Dalam pemaparannya, Alfian menjelaskan mengapa tata kelola yang baik menjadi pondasi utama keberhasilan BUMDes.
Ia menekankan empat pilar penting dalam tata kelola BUMDes, antara lain mencegah penyalahgunaan dana dengan tata kelola yang baik menjamin transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana desa. Kedua meningkatkan kinerja usaha dengan membentuk struktur organisasi yang jelas dan proses kerja yang tertata meningkatkan efektivitas operasional BUMDes.
“Selain itu, BUMDes harus membangun kepercayaan masyarakat dengan transparansi mendorong partisipasi dan dukungan masyarakat terhadap kegiatan BUMDes, serta menciptakan keberlanjutan usaha dengan tata kelola yang kuat menjadi dasar pertumbuhan dan keberlanjutan usaha jangka panjang.” kata Alfian.
“Tata kelola yang baik adalah kunci keberhasilan dan keberlanjutan BUMDes. Kolaborasi antara pemerintah desa, pengelola BUMDes, dan masyarakat harus terus diperkuat agar BUMDes dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa,” tambah Alfian.

Kegiatan sosialisasi dan evaluasi ini menjadi momentum penting dalam membangun kapasitas pengelola BUMDes di wilayah Jatinegara. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat desa, diharapkan BUMDes dapat tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang mandiri, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga desa.
Universitas Harkat Negeri berkomitmen untuk terus berkontribusi melalui kegiatan pengabdian masyarakat dan pendampingan profesional, agar semangat kemandirian ekonomi desa benar-benar terwujud di Kabupaten Tegal.