Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Harkat Negeri Tegal menggelar
pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital sekaligus menyerahkan
teknologi Pulsed Electric Field (PEF) kepada kelompok pengolah ikan di Kelurahan
Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Selasa (4/8). Kegiatan ini diikuti
oleh 19 peserta dari Paguyuban Pengolah Ikan "Mina Rizki" yang dipimpin oleh Ibu
Sartinah.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang
dilaksanakan oleh tim multidisiplin Universitas Harkat Negeri terdiri dari Qirom (D-3
Teknik Elektronika), selaku ketua tim, Dr. Hesti Widianti (S-1 Manajemen), dan Rais
(D-3 Teknik Komputer), dengan dibantu mahasiswa pendamping dimulai dari bulan
Juni – Agustus 2026.
Ketua tim pengabdian, Qirom, menjelaskan bahwa selama ini para pengolah ikan di
kawasan pesisir Muarareja menghadapi sejumlah persoalan mendasar, mulai dari
tingginya cemaran bakteri akibat proses pengolahan yang masih konvensional,
kadar air pada ikan kering yang melebihi standar 35 persen, hingga kandungan
logam berat pada produk kerang yang berisiko menghambat akses pasar, termasuk
pasar ekspor.
"Teknologi PEF ini bekerja dengan memberikan impuls listrik bertegangan tinggi
dalam waktu singkat, sehingga mampu menonaktifkan bakteri patogen melalui
fenomena elektroporasi, tanpa merusak kandungan protein maupun cita rasa
produk. Selain itu, teknologi ini juga membantu mengurangi kandungan logam berat
pada produk kerang," ujar Qirom.
Sementara itu, anggota tim pengabdian, Hesti Widianti dan Rais, yang bertanggung
jawab pada pendampingan manajemen keuangan dan pemasaran, mengatakan
bahwa pelatihan yang diberikan mencakup penyusunan standar operasional
prosedur (SOP) produksi berbasis teknologi PEF serta strategi pemasaran digital
melalui platform e-commerce dan media sosial.
"Selama ini penjualan produk olahan ikan di Muarareja masih mengandalkan pasar
tradisional dan jaringan lokal, padahal peluang pasar daring sangat terbuka lebar.
Melalui pelatihan ini, kami mendorong anggota paguyuban untuk memiliki minimal
dua akun e-commerce aktif yang benar-benar digunakan untuk transaksi penjualan,"
jelasnya.
Ketua Paguyuban Pengolah Ikan "Mina Rizki", Ibu Sartinah, menyambut baik
program ini dan berharap penerapan teknologi PEF dapat meningkatkan kualitas
serta daya saing produk olahan ikan asin dan kerang hasil olahan anggotanya.
"Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan dan bantuan alat ini. Semoga
produk kami bisa lebih higienis, tahan lama, dan bisa menembus pasar yang lebih
luas lagi," katanya.
Program ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat
dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek)
melalui skema Hibah BIMA. Kegiatan pendampingan dan evaluasi akan terus
berlanjut hingga beberapa bulan ke depan, mencakup uji laboratorium terhadap
kadar mikroba, kadar air, dan kandungan logam berat pada produk olahan, sebagai
bagian dari target peningkatan kualitas produk dari kondisi awal 40 persen menjadi
80 persen.
(Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Harkat Negeri)