Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menuturkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi berbagai bidang, guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
"Inovasi-inovasi harus dilakukan supaya lebih ekspansif dan berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” ucap Sumarno.
“Riset dan inovasi merupakan kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan di daerah. Riset tidak harus selalu berskala besar, tetapi yang paling penting harus bisa menyentuh hal-hal mendasar, yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” tambah Sumarno.
Arief Rakhman, Inovator dari Harkat Negeri yang juga Kaprodi D-3 Teknik Komputer membuat inovasi di bidang peternakan yaitu Qafas Smart Poultry, alat inovasi ini merupakan sistem digitalisasi dan otomatisasi kandang ayam broiler berbasis teknologi NB-IoT (Narrowband Internet of Things), yang dikembangkan untuk menjawab permasalahan peternakan rakyat yang masih menggunakan sistem manual.
“Qafas Smart Poultry adalah inovasi digitalisasi dan otomatisasi kandang ayam broiler yang menerapkan konsep precision farming. Alat ini membantu peternak memantau kondisi kandang secara real time melalui sensor suhu, kelembapan, dan pencatatan data berbasis IoT. Penggunaannya terbukti mudah dan mampu meningkatkan produksi secara signifikan,” ujar Arif Rahman.

Program Anugerah Karya Riset Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2025 ini merupakan wadah strategis untuk mengapresiasi dan mendorong inovasi riset yang berkontribusi langsung pada pengembangan dan kemajuan wilayah Jawa Tengah.
“Dengan rasa syukur dan bangga, kami yang berasal dari kampus daerah bisa lolos sebagai 40 inovator dalam Program Anugerah Karya Riset Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2025,” kata Arif.
“Pencapaian ini menjadi motivasi besar untuk terus memberikan kontribusi riset yang inovatif dan berdampak positif bagi kemajuan pembangunan di Jawa Tengah. Kami berkomitmen melanjutkan upaya terbaik demi menghasilkan karya riset yang bermanfaat dan mendukung visi pembangunan daerah,” tambah Arif.
Sementara itu, Heru Nurcahyo Dekan Sekolah Vokasi Harkat Negeri menyampaikan apresiasi atas masuknya salah satu dosen pada 40 Inovator Jawa Tengah.
“Melalui partisipasi ini kami berkomitmen memberikan karya riset yang berkualitas dan relevan guna mendukung pembangunan berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” ujar Heru.