Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Harkat Negeri menggelar Diskusi Publik bertajuk "Kelas Rakyat: Menata Ulang Republik" di Sport Center Kampus Mataram, pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan yang menghadirkan pakar hukum tata negara, Feri Amsari, tersebut menjadi ruang dialog bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai demokrasi, sistem ketatanegaraan, dan peran rakyat dalam kehidupan berbangsa.
Diskusi publik yang diikuti oleh ratusan peserta ini diawali dengan laporan ketua panitia, dilanjutkan sambutan Ketua BEM Universitas Harkat Negeri, sambutan Rektor, serta pemaparan materi dari narasumber.
Ketua Panitia, Muhammad Abdul Aziz, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, diskusi publik ini diharapkan mampu menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus mempererat komunikasi antara mahasiswa, akademisi, dan masyarakat dalam membahas isu-isu kebangsaan.
Ketua BEM Universitas Harkat Negeri, Zacky Febrian Permana, mengatakan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen kontrol sosial sekaligus calon pemimpin bangsa. Oleh karena itu, ruang diskusi seperti ini perlu terus dihadirkan untuk menumbuhkan budaya berpikir kritis serta meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan demokrasi dan kehidupan bernegara.
Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai semangat kritis mahasiswa merupakan modal penting dalam menjaga kehidupan demokrasi.
"Kami bangga melihat mahasiswa Universitas Harkat Negeri yang semakin kritis dalam melihat berbagai persoalan kebangsaan. Kampus harus menjadi ruang yang mendorong lahirnya diskusi-diskusi berkualitas, sehingga mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu memberikan gagasan bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
“Kehadiran Pak Feri Amsari hari ini menjadi kesempatan berharga bagi kita semua untuk belajar dari perspektif akademik mengenai tantangan demokrasi dan ketatanegaraan yang sedang dihadapi Indonesia," tambah Sudirman Said.

Dalam sesi utama, pakar hukum tata negara Feri Amsari mengupas berbagai persoalan mengenai praktik demokrasi dan sistem ketatanegaraan di Indonesia. Ia menyoroti pentingnya mengembalikan kedaulatan kepada rakyat serta memperkuat fungsi partai politik sebagai sarana perjuangan kepentingan publik.
"Persoalan utama demokrasi kita bukan terletak pada kurangnya aturan, melainkan pada bagaimana sistem dijalankan. Partai politik seharusnya menjadi milik rakyat dan berfungsi menyalurkan aspirasi masyarakat, bukan hanya menjadi alat kepentingan segelintir pihak,” ujarnya.
“Ketika kedaulatan rakyat tergeser oleh kepentingan elite, maka sistem tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya. Padahal Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang lebih sejahtera apabila tata kelola demokrasi benar-benar berpihak kepada rakyat," tambah Feri Amsari.
Melalui diskusi publik ini, Universitas Harkat Negeri berharap mahasiswa semakin aktif membangun budaya akademik yang kritis, terbuka, dan solutif dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa, sekaligus memperkuat perannya sebagai agen perubahan bagi masyarakat.