Daftar Sekarang

Kolaborasi Global: Harkat Negeri dan Harvard Medical School Dorong Sistem Kesehatan Primer yang Inklusif dan Berkelanjutan

08 Mei 2026 10:11:00 WIB
images/article_img_Kolaborasi_Global:_Harkat_Negeri_dan_Harvard_Medical_School_Dorong_Sistem_Kesehatan_Primer_yang_Inklusif_dan_Berkelanjutan.jpg

Primary Healthcare Impact Lab (PHIL), sebuah platform kolaborasi dan inovasi untuk penguatan layanan primary health care (PHC) di Indonesia, resmi diluncurkan di Auditorium Swasana Gedung BRIN, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Peluncuran ini menandai lahirnya kemitraan strategis lintas sektor yang mempertemukan dunia akademik, masyarakat sipil, sektor swasta, dan jejaring global kesehatan untuk mendorong transformasi sistem kesehatan primer di Indonesia. 

PHIL merupakan kolaborasi antara Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Universitas Harkat Negeri (UHN), Harvard Medical School (HMS), dan PT Tamaris Hidro. Inisiatif ini dikembangkan sebagai “living laboratory” yang menghubungkan riset, implementasi lapangan, pengembangan kepemimpinan, dan inovasi kebijakan kesehatan berbasis komunitas. 

Peluncuran PHIL dihadiri oleh Dean for Medical Education Harvard Medical School David Golan, Rektor Universitas Harkat Negeri Sudirman Said, Founder dan CEO CISDI Diah S. Saminarsih, serta Presiden Direktur PT Tamaris Hidro Mohammad Syahrial. Kehadiran para tokoh lintas sektor tersebut mempertegas pentingnya kolaborasi global dan regional dalam membangun sistem kesehatan primer yang lebih tangguh, inklusif, dan berorientasi pada masyarakat. 

Dalam kuliah umumnya di Auditorium Swasana BRIN, David Golan menekankan bahwa dunia saat ini berada pada “critical moment in history” dalam upaya memperkuat Universal Health Coverage dan primary health care. Ia menyampaikan bahwa kombinasi antara teknologi, kecerdasan buatan (AI), serta kolaborasi global dan regional dapat menjadi jalan untuk melompati berbagai hambatan sistemik dalam pelayanan kesehatan. Namun, menurutnya, waktu menjadi faktor yang sangat menentukan.

David Golan juga menyoroti peran universitas sebagai pusat inovasi dan knowledge hubs dalam pengembangan layanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menjadi institusi pendidikan, melainkan harus hadir sebagai penggerak riset berbasis komunitas, pengembangan teknologi kesehatan, pusat pengaruh kebijakan berbasis data, sekaligus jangkar kolaborasi global untuk menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang lebih people-centered.

Dalam paparannya, ia turut mengulas perkembangan gagasan primary health care sejak Deklarasi Alma Ata tahun 1978 hingga Deklarasi Astana tahun 2018. Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan primer harus dipahami sebagai hak dasar manusia yang memerlukan keterlibatan lintas sektor, penguatan komunitas, serta sinergi antara pemerintah, dunia akademik, masyarakat sipil, dan sektor bisnis.

Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, menyampaikan bahwa PHIL diharapkan menjadi ruang kolaboratif untuk mempertemukan pengetahuan global dengan kebutuhan riil masyarakat Indonesia. Menurutnya, penguatan primary health care tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan membutuhkan pendekatan multidisiplin dan kemitraan jangka panjang.

Sementara itu, Founder dan CEO CISDI, Diah S. Saminarsih, menegaskan bahwa PHIL dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kebijakan dan implementasi di lapangan. Dengan pendekatan berbasis komunitas dan evidence-based policy, PHIL diharapkan mampu melahirkan model layanan kesehatan primer yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Presiden Direktur PT Tamaris Hidro, Mohammad Syahrial, menyampaikan bahwa keterlibatan sektor swasta dalam PHIL merupakan bentuk komitmen untuk mendukung pembangunan masyarakat yang sehat dan berkelanjutan, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses layanan dasar.

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan di Indonesia, pada Jumat, 8 Mei 2026, David Golan mengunjungi kampus Universitas Harkat Negeri di Tegal untuk menyapa civitas akademika UHN serta meninjau fasilitas layanan kesehatan kampus, termasuk Klinik Pratama Harapan Bersama. Kunjungan ini diharapkan memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus membuka ruang kerja sama lebih luas di bidang pendidikan kesehatan, riset implementasi, dan pengembangan primary health care berbasis komunitas. 

 

Bagikan Berita ini: