Daftar Sekarang

Mahasiswa D-3 Farmasi Harkat Negeri Kunjungi Industri Herbal, Kosmetik Alami, hingga Sistem Kesehatan Daerah

03 Februari 2026 14:11:33 WIB
images/article_img_Mahasiswa_D-3_Farmasi_Harkat_Negeri_Kunjungi_Industri_Herbal,_Kosmetik_Alami,_hingga_Sistem_Kesehatan_Daerah.jpg

Selama pelaksanaan KKL, mahasiswa mengikuti kunjungan akademik ke PT Kutus-Kutus Herbal,
salah satu industri herbal nasional, untuk melihat secara langsung proses produksi minyak Kutus
Kutus. Dalam kunjungan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan bahan
alam lokal, proses pengolahan, serta penerapan standar mutu industri herbal.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Secret Garden/Oemah Herborist, tempat
mahasiswa mempelajari proses pembuatan kosmetik berbahan alami. Selain mengikuti tur edukatif,
mahasiswa juga mendapatkan pengalaman praktik sederhana pembuatan sabun sebagai bagian
dari pengenalan formulasi kosmetik alami.
Dosen Program Studi D-3 Farmasi, Muladi Putra Mahardika, menyampaikan bahwa kegiatan KKL ini
merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa. Tidak hanya industri, mahasiswa
juga melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai
program kesehatan masyarakat, sistem pelayanan kesehatan, serta mekanisme pencatatan dan
pelaporan di tingkat pemerintah daerah. Kunjungan ini memberikan perspektif penting tentang peran
tenaga kefarmasian dalam mendukung kebijakan dan layanan kesehatan publik.
“Melalui KKL ini, mahasiswa dapat menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan
praktik di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga melatih soft skill mahasiswa seperti komunikasi,
kerja sama tim, dan etika profesional sebagai bekal memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Ketua Program Studi D-3 Farmasi, Rizki Febriyanti menyampaikan kegiatan KKL diawali dengan
pembekalan sebelum keberangkatan dan diakhiri dengan presentasi hasil KKL setelah mahasiswa
kembali ke kampus. Dengan demikian, pengalaman lapangan yang diperoleh mahasiswa diharapkan
dapat mendukung capaian pembelajaran akademik secara optimal.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa D3 Farmasi diharapkan semakin siap berkontribusi dalam
pengembangan industri kesehatan, khususnya di bidang herbal, kosmetik, dan pelayanan
kefarmasian, serta mampu menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif,” ujar Rizki.
Dewi Marya Achmad, Kepala Technical Unit BPOM Semarang menuturkan Badan Pengawas Obat
dan Makanan bertugas menyelenggarakan pengawasan obat tradisional, suplemen kesehatan,
kosmetik, dan pangan olahan sesuai Perpres 80/2017.
“BPOM Semarang bertanggung jawab atas pengawasan distribusi obat di Jawa Tengah, termasuk
pemeriksaan apotek. Fungsi utama mencakup pemeriksaan fasilitas, sampling obat rutin, dan
pengujian laboratorium untuk verifikasi mutu serta legalitas, melakukan monitoring label, iklan obat
dan penindakan obat palsu/kadaluarsa,” tambahn Dewi.

Bagikan Berita ini: