Sebanyak 135 mahasiswa Program Studi D-3 Farmasi Universitas Harkat Negeri mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tahun 2026. Kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap penerapan ilmu kefarmasian secara langsung di dunia industri dan layanan kesehatan, dilaksanakan di Semarang-Bali, pada Jumat-Selasa, (23-27/1/2026).
Selama pelaksanaan KKL, mahasiswa mengikuti kunjungan akademik ke PT Kutus-Kutus Herbal, salah satu industri herbal nasional, untuk melihat secara langsung proses produksi minyak Kutus Kutus. Dalam kunjungan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan bahan alam lokal, proses pengolahan, serta penerapan standar mutu industri herbal.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Secret Garden/Oemah Herborist, tempat mahasiswa mempelajari proses pembuatan kosmetik berbahan alami. Selain mengikuti tur edukatif, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman praktik sederhana pembuatan sabun sebagai bagian dari pengenalan formulasi kosmetik alami.
Dosen Program Studi D-3 Farmasi, Muladi Putra Mahardika, menyampaikan bahwa kegiatan KKL ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa. Tidak hanya industri, mahasiswa juga melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai program kesehatan masyarakat, sistem pelayanan kesehatan, serta mekanisme pencatatan dan pelaporan di tingkat pemerintah daerah. Kunjungan ini memberikan perspektif penting tentang peran tenaga kefarmasian dalam mendukung kebijakan dan layanan kesehatan publik.
“Melalui KKL ini, mahasiswa dapat menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga melatih soft skill mahasiswa seperti komunikasi, kerja sama tim, dan etika profesional sebagai bekal memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Ketua Program Studi D-3 Farmasi, Rizki Febriyanti menyampaikan kegiatan KKL diawali dengan pembekalan sebelum keberangkatan dan diakhiri dengan presentasi hasil KKL setelah mahasiswa kembali ke kampus. Dengan demikian, pengalaman lapangan yang diperoleh mahasiswa diharapkan dapat mendukung capaian pembelajaran akademik secara optimal.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa D3 Farmasi diharapkan semakin siap berkontribusi dalam pengembangan industri kesehatan, khususnya di bidang herbal, kosmetik, dan pelayanan kefarmasian, serta mampu menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif,” ujar Rizki.
Dewi Marya Achmad, Kepala Technical Unit BPOM Semarang menuturkan Badan Pengawas Obat dan Makanan bertugas menyelenggarakan pengawasan obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan sesuai Perpres 80/2017.
“BPOM Semarang bertanggung jawab atas pengawasan distribusi obat di Jawa Tengah, termasuk pemeriksaan apotek. Fungsi utama mencakup pemeriksaan fasilitas, sampling obat rutin, dan pengujian laboratorium untuk verifikasi mutu serta legalitas, melakukan monitoring label, iklan obat dan penindakan obat palsu/kadaluarsa,” tambah Dewi.