Daftar Sekarang

Optimalkan Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas 2045, Universitas Harkat Negeri Berdayakan PKK Lewat TOGA Berbasis Etnomedisin

12 Juli 2026 11:04:00 WIB
images/article_img_Optimalkan_Bonus_Demografi_Menuju_Indonesia_Emas_2045,_Universitas_Harkat_Negeri_Berdayakan_PKK_Lewat_TOGA_Berbasis_Etnomedisin.jpg

Universitas Harkat Negeri melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi
D-3 Farmasi berkolaborasi dengan PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Tegal
menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat bertajuk "Pemberdayaan PKK Griya Santika
Melalui Kearifan Lokal Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Berbasis Etnomedisin" di PKK RT 03
RW 03 Perumahan Griya Santika, Kelurahan Pengabean, Kecamatan Dukuh Turi, Kabupaten
Tegal, pada Minggu, (12/7/2026).
Kegiatan yang diikuti 35 peserta ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
masyarakat dalam memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai upaya menjaga
kesehatan sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, mandiri, dan produktif
dalam menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Tim pengabdian terdiri atas empat dosen, empat mahasiswa, serta didampingi seorang apoteker
profesional. Selama kegiatan, peserta mendapatkan edukasi mengenai etnomedisin, yaitu
pemanfaatan tanaman obat berdasarkan kearifan lokal yang dipadukan dengan pendekatan
ilmiah. Peserta juga memperoleh pelatihan mengolah berbagai tanaman obat menjadi produk
herbal yang bermanfaat, salah satunya Wedang Uwuh, yang memiliki nilai kesehatan sekaligus
berpotensi menjadi produk bernilai ekonomi.
Selain penyampaian materi, peserta dikenalkan dengan teknik pengolahan TOGA yang higienis,
penyajian produk yang menarik, hingga pendampingan pembuatan desain kemasan dan media
edukasi. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi
pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat yang memberikan pengalaman nyata
dalam mendampingi masyarakat.
Kepala Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Harkat Negeri, Sharfina Febbi
Handayani, menegaskan bahwa kegiatan pengabdian merupakan salah satu bentuk nyata
komitmen perguruan tinggi dalam memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi
masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
"Universitas Harkat Negeri memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pengabdian yang
memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga
berbasis etnomedisin, kami berharap masyarakat dapat meningkatkan derajat kesehatannya
dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia,”ujarnya.
“Bonus demografi hanya akan menjadi peluang apabila masyarakat usia produktif memiliki
kesehatan yang baik, mandiri, dan produktif. Karena itu, edukasi pemanfaatan TOGA menjadi

salah satu langkah sederhana namun strategis untuk membangun ketahanan kesehatan keluarga
sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045," tambah Sharfina.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Heru Nurcahyo, menjelaskan
bahwa kader PKK memiliki peran strategis sebagai penggerak kesehatan keluarga sehingga perlu
dibekali pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung di lingkungan
tempat tinggalnya.
"Kader PKK merupakan ujung tombak dalam membangun perilaku hidup sehat di tingkat
keluarga. Melalui edukasi pemanfaatan TOGA berbasis etnomedisin, kami ingin mendorong
masyarakat agar semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan secara mandiri,” jelasnya.
“Keluarga yang sehat akan melahirkan generasi yang produktif, sehingga bonus demografi tidak
hanya menjadi keuntungan dari sisi jumlah penduduk usia produktif, tetapi benar-benar menjadi
kekuatan bangsa dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045," tambah Heru.
Ketua PKK Griya Santika menyampaikan apresiasi kepada Universitas Harkat Negeri beserta
seluruh tim pengabdian yang telah memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Harkat
Negeri yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada kader PKK. Kami berharap kegiatan
seperti ini dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya semakin luas dan masyarakat mampu
mengoptimalkan pemanfaatan tanaman obat keluarga untuk menjaga kesehatan sekaligus
meningkatkan kesejahteraan," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Harkat Negeri berharap pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga
berbasis etnomedisin dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan ketahanan kesehatan
keluarga sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Program ini
juga diharapkan menjadi model kolaborasi yang dapat diterapkan di berbagai wilayah sebagai
upaya mendukung terciptanya masyarakat yang sehat, mandiri, dan siap menyongsong Indonesia
Emas 2045.

Bagikan Berita ini: