Daftar Sekarang

Pimpinan Harvard Medical School Resmikan Primary Healthcare Impact Lab di Universitas Harkat Negeri

11 Mei 2026 10:53:00 WIB
images/article_img_Pimpinan_Harvard_Medical_School_Resmikan_Primary_Healthcare_Impact_Lab_di_Universitas_Harkat_Negeri.jpg

Universitas Harkat Negeri resmi menggelar kegiatan Peresmian Primary Healthcare Impact Lab bersama Dean for Research Initiatives and Global Programs Harvard Medical School, Prof. David E. Golan, MD, PhD pada Jumat (8/5/2026) di Sport Center Kampus Mataram Universitas Harkat Negeri. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan, riset, serta pengembangan layanan kesehatan primer.

Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah strategis bagi perkembangan kampus yang baru berdiri hasil penggabungan dua institusi pendidikan. Menurutnya, kehadiran Harvard Medical School di Universitas Harkat Negeri diharapkan dapat membawa keberkahan sekaligus membuka peluang besar bagi masa depan kampus. 

“Kegiatan ini menjadi salah satu hal penting yang menentukan arah masa depan kampus kami. Kami berharap kolaborasi ini dapat membawa dampak positif bagi pengembangan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di Universitas Harkat Negeri,” ujarnya.

Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan Universitas Harkat Negeri, yang juga merupakan CEO dan Founder CISDI Diah Saminarsih, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari peresmian Primary Healthcare Impact Lab Universitas Harkat Negeri sekaligus bentuk kolaborasi penting dalam pengembangan layanan kesehatan primer. Ia menilai kerja sama antara Universitas Harkat Negeri dan Harvard Medical School memiliki visi yang sama dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar yang merata dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat.

“Ini adalah kolaborasi yang sangat baik karena Indonesia membutuhkan penguatan layanan kesehatan primer berbasis riset dan pendidikan. Kami berharap Primary Healthcare Impact Lab dapat menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam penelitian maupun pengembangan layanan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Dalam sesi diskusi, Prof. David E. Golan, MD, PhD memberikan berbagai pandangan mengenai perkembangan dunia kesehatan, pendidikan medis, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam layanan kesehatan. Ia menekankan bahwa profesi kesehatan pada dasarnya berfokus pada pelayanan kepada pasien serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Saya berharap mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang kesehatan, farmasi, keperawatan, psikologi, maupun pendidikan selalu menempatkan pasien sebagai pusat dari pelayanan mereka. Itulah yang membuat profesi ini terus memiliki makna,” ungkapnya.

Prof. David juga menjelaskan bahwa perkembangan AI akan membawa perubahan besar dalam dunia kesehatan, mulai dari dokumentasi medis otomatis, analisis diagnosis berbasis data, hingga pengembangan riset medis yang lebih cepat dan akurat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa teknologi AI tidak akan menggantikan peran tenaga kesehatan sepenuhnya, melainkan menjadi alat pendukung dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

“AI memiliki potensi yang hampir tidak terbatas dalam dunia kesehatan. Namun yang paling penting adalah bagaimana memastikan penggunaannya tetap memperhatikan aspek etika dan kemanusiaan,” tambahnya.

Kegiatan ini turut diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari berbagai program studi kesehatan maupun non-kesehatan di Universitas Harkat Negeri. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi interaktif yang membahas isu burnout tenaga kesehatan, kesehatan mental mahasiswa, hingga implementasi AI dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.

Bagikan Berita ini: