Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Akuntansi Sektor Publik Universitas Harkat Negeri gelar Bimbingan Teknis (BIMTEK) Laporan Keuangan BUMDes di Kampus Mataram, Universitas Harkat Negeri pada Rabu, (11/2/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai penguatan menghadapi era digital yang berkembang pesat, pengelolaan keuangan di desa memerlukan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan sistem pelaporan terbaru. Transformasi digital ini memberikan peluang besar bagi pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) untuk menjadi lebih kompeten dan akuntabel dalam mengelola potensi ekonomi desa
BIMTEK dihadiri oleh Pengurus BUMDes Kecamatan Kramat. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan inovasi berupa pelaporan keuangan BUMDes berbasis digital bernama SILAKU yang dapat diakses melalui laman silaku.web.id.
Website SILAKU dikembangkan sebagai sarana yang mempermudah pengurus BUMDes dalam menyusun laporan keuangan serta memberikan akses cepat bagi pihak yang membutuhkan informasi laporan keuangan. Dengan adanya sistem ini, pengelolaan keuangan, proses pengawasan dan evaluasi dapat dilakukan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Ethik Dwi Mulyani, Kepala Bidang Pengembangan dan Kerjasama Desa Dispermades Kabupaten Tegal menyampaikan pentingnya pengelolaan BUMDes secara profesional dan mampu memberikan manfaat bagi desa. Beliau juga menanyakan terkait perkembangan BUMDes pada tahun ini, terutama mengenai capaian laba usaha.
“Melalui program ini, diharapkan BUMDes dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mempermudah pelaporan keuangan setiap periode,” ungkap Ethik.
Ketua Program Studi Akuntansi Sektor Publik, Mohammad Alfian dalam pemaparannya menjelaskan secara teknis sistem pelaporan yang terdapat dalam website SILAKU.
Pertama, pada Sheet Rekap Kegiatan, setiap aktivitas yang dilakukan oleh BUMDes dicatat secara rinci meliputi jumlah penerimaan, sumber dana, serta pengeluaran lengkap dengan uraian kegiatan dan tanggal transaksi. Saldo akhir secara otomatis terakumulasi dan terhubung dengan laporan-laporan keuangan lainnya.
Selanjutnya, pada bagian Proyeksi, pengurus BUMDes diberikan kesempatan untuk memasukkan data perencanaan sesuai dengan jenis usaha yang dikelola. Data tersebut akan dikategorikan berdasarkan durasi pembelian dengan jangka waktu lebih dari satu tahun maupun kurang dari satu tahun.
Setelah itu, data proyeksi dapat disalin dan disesuaikan ke dalam laporan, sehingga pada tahap rekap akan terlihat pengelompokan dana masuk dan keluar sesuai proyeksi yang telah diinput. Melalui proses tersebut, laporan laba atau rugi BUMDes akan muncul secara otomatis.
Tahap Selanjutnya, pada Sheet Pelaporan Ketahanan Pangan, apabila seluruh data rekap telah diinput, sistem akan secara otomatis mengalirkan data ke berbagai laporan, termasuk Laporan Neraca. Dengan demikian, hasil akhir laporan keuangan dapat diperoleh secara cepat tanpa perlu melakukan perhitungan manual yang berulang.
“Peserta BIMTEK antusias mengikuti sesi materi dan praktik penggunaan website SILAKU. Kehadiran sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pengelola BUMDes dalam menyusun laporan keuangan yang teratur, transparan, dan berbasis digital,” tambah Alfian.
Melalui kegiatan ini, Tim PKM Akuntansi Sektor Publik Universitas Harkat Negeri menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan tata kelola keuangan desa yang profesional, modern, serta akuntabel melalui inovasi teknologi berbasis website.