Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Harkat Negeri menggelar pelatihan public speaking bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tegal. Kegiatan diawali dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Prodi Ilmu Komunikasi dan Dishub Kota Tegal sebagai bentuk komitmen kerja sama berkelanjutan, di Kantor Dishub Kota Tegal, pada Kamis (12/2/2025).
Acara dibuka oleh Sekretaris Dishub Kota Tegal, Teguh Prihatno, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemampuan public speaking menjadi kebutuhan penting bagi ASN, terutama dalam konteks pelayanan publik.
Menurutnya, tugas ASN di lingkungan Dishub tidak hanya sebatas menjalankan fungsi teknis transportasi, tetapi juga berperan sebagai komunikator yang menyampaikan edukasi kepada masyarakat.
“Pelatihan public speaking dibutuhkan sebagai bagian pembekalan soft skill bagi ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Konteksnya juga memberikan edukasi, pelayanan bahkan menghibur masyarakat. Karena kami punya sentra layanan utama sebagai sarana edukasi kepada anak-anak serta harapannya juga menular kepada orang dewasa juga,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pelayanan transportasi tidak semata urusan regulasi dan pengawasan, tetapi juga menyangkut bagaimana pesan keselamatan dan ketertiban dapat diterima masyarakat dengan cara yang komunikatif dan persuasif.
Sementara itu, Kepala Prodi Ilmu Komunikasi, Himawan Ardhi Ristanto, menyampaikan bahwa kemampuan berbicara di depan publik merupakan kompetensi strategis, terutama bagi ASN yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ia menekankan bahwa pesan yang baik harus disampaikan dengan cara yang tepat agar mampu menggerakkan kesadaran publik.
“Dengan public speaking yang baik, seseorang mampu memotivasi lawan bicaranya untuk melakukan hal-hal baik,” tandasnya.
Pelatihan yang dikemas dalam bentuk workshop ini berlangsung santai dan interaktif. Para ASN Dishub Kota Tegal mengikuti sesi dengan antusias, terlibat dalam diskusi, serta praktik penyampaian pesan secara langsung.
Hana Yulinda Fithriyani selaku pemateri menghadirkan suasana yang cair melalui pendekatan komunikatif dan sisipan humor yang membuat peserta tetap fokus sepanjang kegiatan. Dosen Ilmu Komunikasi tersebut menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan publik tidak harus dimulai dari hal yang rumit.
“Public speaking mudah dapat dimulai dengan bercerita hal-hal menarik dari pengalaman kita,” ujarnya. Pendekatan berbasis pengalaman personal tersebut dinilai efektif untuk membangun kepercayaan diri sekaligus kedekatan dengan audiens, terutama dalam konteks pelayanan transportasi yang sering kali berinteraksi langsung dengan berbagai lapisan masyarakat.
Sebelum menutup sesi pelatihan, pemateri mengingatkan agar materi yang diperoleh tidak berhenti pada tataran teori. Ia berharap ilmu yang didapat dapat diimplementasikan secara nyata dalam pelayanan transportasi di Kota Tegal, sehingga komunikasi antara ASN dan masyarakat menjadi lebih efektif, edukatif, dan humanis.
Penandatanganan Implementation Agreement (IA) yang dilakukan setelah pelatihan menjadi simbol penguatan sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah. Kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan program-program pengembangan kapasitas yang relevan dengan kebutuhan pelayanan publik, khususnya di bidang transportasi.