Daftar Sekarang

Seminar Internasional Universitas Harkat Negeri Bekali Mahasiswa Perhotelan Hadapi Era AI dengan Service Excellence dan Soft Skills

29 Juni 2026 10:09:00 WIB
images/article_img_Seminar_Internasional_Universitas_Harkat_Negeri_Bekali_Mahasiswa_Perhotelan_Hadapi_Era_AI_dengan_Service_Excellence_dan_Soft_Skills.jpg

Kegiatan yang dilaksanakan secara tatap muka tersebut diikuti 45 peserta yang terdiri atas seluruh angkatan mahasiswa D-3 Perhotelan serta perwakilan mahasiswa Program Studi S-1 Ilmu Komunikasi dan D-3 Keperawatan.

Seminar internasional ini menghadirkan akademisi sekaligus praktisi hospitality dari University of Tabuk, Arab Saudi, sebagai narasumber utama. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan industri perhotelan global, khususnya dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tanpa mengesampingkan pentingnya nilai-nilai pelayanan yang berpusat pada manusia.

Ketua Program Studi D-3 Perhotelan Universitas Harkat Negeri, Lourensius Hendra Putra, mengatakan bahwa perkembangan teknologi memang membawa perubahan besar dalam industri hospitality. Namun, menurutnya, kemampuan interpersonal tetap menjadi faktor utama yang membedakan kualitas pelayanan seorang profesional.

"Teknologi boleh terus berkembang dan kecerdasan buatan mampu mengambil alih berbagai pekerjaan teknis. Namun, empati, komunikasi, kemampuan membangun hubungan dengan tamu, serta keterampilan memecahkan masalah tetap menjadi kompetensi yang tidak dapat digantikan. Kami berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerap ilmu, memperluas jejaring, dan membawa pola pikir baru yang siap diterapkan dalam dunia kerja maupun dunia usaha," ujar Lourensius.

Dalam seminar tersebut, narasumber dari University of Tabuk, Arab Saudi, Supina, mengangkat materi mengenai Mastering Service Excellence, Soft Skills, and the Entrepreneurial Mindset. Ia menjelaskan bahwa meskipun teknologi AI telah mampu membantu proses check-in tamu, pembayaran digital, menjawab pertanyaan rutin, hingga memprediksi preferensi pelanggan, industri perhotelan tetap membutuhkan peran manusia.

Menurutnya, AI tidak mampu menggantikan empati, kecerdasan emosional, kepedulian yang tulus, hubungan antar manusia, serta pelayanan yang lahir dari hati. Karena itu, komunikasi menjadi kompetensi strategis yang harus dimiliki setiap insan hospitality untuk membangun kepercayaan tamu, menyelesaikan keluhan secara profesional, memperkuat koordinasi antar departemen, dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

"Karier seseorang tidak ditentukan oleh hotel tempat ia bekerja, tetapi oleh nilai yang mampu ia ciptakan di mana pun berada. Oleh sebab itu, mahasiswa harus mampu menyeimbangkan penguasaan teknologi dengan kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, beradaptasi, serta membangun hubungan yang baik dengan setiap tamu. Teknologi akan terus berkembang, tetapi sentuhan kemanusiaan akan selalu menjadi inti dari hospitality," kata Supina.

Selain membahas perkembangan AI, Supina juga menekankan pentingnya berbagai kompetensi masa depan yang harus dimiliki insan hospitality, di antaranya service intelligence, commercial awareness, cultural intelligence, entrepreneurial thinking, professional ethics, emotional intelligence, digital fluency, problem solving, sustainability mindset, serta adaptability agar mampu bersaing di industri global.

Wakil Dekan Fakultas Sekolah Vokasi Universitas Harkat Negeri, Ida Afriliana, menilai seminar internasional tersebut merupakan bagian dari komitmen universitas dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter dan kesiapan menghadapi tantangan industri.

"Kami ingin membentuk mahasiswa yang memiliki mental dan akhlak yang baik, disiplin, bertanggung jawab, kreatif, kritis, serta memiliki kemampuan komunikasi dan kerja sama yang kuat. Lulusan bidang perhotelan tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga profesional, tetapi juga harus adaptif, inovatif, dan memiliki jiwa entrepreneur sehingga mampu menciptakan peluang serta memberikan kontribusi bagi masyarakat," ungkap Ida.

Sementara itu, dosen Program Studi D-3 Perhotelan, Puput Dewi Anggraeni, menjelaskan bahwa seminar internasional ini menjadi salah satu bentuk penguatan kompetensi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja maupun menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL). Penguatan tersebut mencakup pengembangan hard skills dan soft skills yang selaras dengan budaya kerja industri hospitality.

"Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi pelayanan, kemampuan teknis, serta jiwa kewirausahaan. Selain memahami keterampilan kerja, mahasiswa juga dibekali budaya kerja industri sehingga tidak hanya mengetahui standar pelayanan, tetapi juga memahami nilai dan sikap profesional yang harus diterapkan ketika memasuki dunia kerja," jelas Puput.

Melalui penyelenggaraan Seminar Internasional Mastering Hotel Service and Soft Skills, Universitas Harkat Negeri terus memperkuat kolaborasi dengan akademisi internasional guna menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan industri global. Diharapkan kegiatan ini mampu melahirkan lulusan yang profesional, adaptif terhadap kemajuan teknologi, memiliki jiwa kewirausahaan, serta tetap mengedepankan pelayanan yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

 

Bagikan Berita ini: