Daftar Sekarang

Serah Terima The Learning Farm, Universitas Harkat Negeri Tegaskan Komitmen Kembangkan Pendidikan Pertanian

11 Agustus 2026 09:15:00 WIB
images/article_img_Serah_Terima_The_Learning_Farm,_Universitas_Harkat_Negeri_Tegaskan_Komitmen_Kembangkan_Pendidikan_Pertanian.jpg

The Learning Farm (TLF) resmi kembali beroperasi melalui serah terima pengelolaan dari Yayasan Karang Widya, Cianjur kepada Universitas Harkat Negeri, Tegal. Alih kelola ini menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan TLF sekaligus memperluas kontribusinya dalam pemberdayaan pemuda rentan di Indonesia.

Upacara serah terima yang berlangsung di Cianjur pada Senin, (10/8/2026) tersebut menandai babak baru perjalanan The Learning Farm. Setelah sebelumnya dikelola oleh Yayasan Karang Widya, TLF kini berada di bawah naungan Universitas Harkat Negeri dengan semangat menjaga keberlanjutan program, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperluas dampaknya bagi masyarakat.

Wisnu Berniadi, Direktur Eksekutif The Learning Farm menyampaikan bahwa keberlanjutan TLF perlu dibangun melalui tiga hal utama, yakni pemimpin (people), orang-orang di lapangan (people on the ground), dan program (program).

Menurutnya, kepemimpinan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi. Semangat belajar juga harus terus dikembangkan, baik oleh para pengelola maupun seluruh pihak yang terlibat.

“Continues learning, pembelajaran yang terus berkelanjutan. Secara organisasi, The Learning Farm juga menjadi pembelajar dan terus melihat masa depannya untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya program yang mampu menjawab kebutuhan pemuda rentan saat ini. TLF selama ini berupaya memberikan solusi melalui pembelajaran dan pelatihan yang relevan, termasuk dengan menyiapkan e-learning agar akses pembelajaran dapat diperluas.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Karang Widya yang juga Co-Founder The Learning Farm, Gouri Mirpuri menyambut baik kehadiran Universitas Harkat Negeri dalam melanjutkan pengelolaan TLF.

“Kami sangat menyambut baik Universitas Harkat Negeri hadir di sini. Harapannya, alih kelola ini menjadi hal yang baik untuk keberlanjutan,” ungkapnya.

Gouri menjelaskan, selama ini TLF memberikan ruang pemberdayaan bagi anak jalanan, anak putus sekolah, serta pemuda rentan lainnya agar memiliki keterampilan dan kompetensi yang dapat menjadi bekal untuk masa depan.

Program yang diberikan tidak hanya berfokus pada pertanian, tetapi juga mencakup pertanian organik, keterampilan komputer, dan entrepreneurship. Para peserta menjalani proses pembelajaran dan kehidupan bersama selama sekitar lima bulan sebelum nantinya menerapkan keterampilan tersebut di daerah masing-masing.

“Harapannya, mereka mempunyai bekal dan koneksi di seluruh Indonesia. Semoga TLF ini menjadi lebih amazing,” katanya.

Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, mengatakan keberadaan TLF memiliki nilai strategis bagi Universitas Harkat Negeri, terutama karena universitas tengah merencanakan pengembangan Fakultas Pertanian dan Pangan.

“Kita explore bagaimana bisa melanjutkan TLF ini. Ini menjadi cikal bakal sekolah pertanian dan pangan di Universitas Harkat Negeri,” kata Sudirman Said.

Ia menambahkan, proses pengembangan tersebut telah dipersiapkan secara bertahap. Sekitar enam bulan sebelumnya, Universitas Harkat Negeri mulai melakukan berbagai persiapan untuk memastikan keberlanjutan program TLF.

“Ini adalah pertemuan kebaikan dan kebaikan. Dan hari ini, insyaallah kami akan melanjutkan kebaikan itu,” ujarnya.

Sudirman Said menilai TLF bukan sekadar tempat belajar pertanian. Para peserta juga mendapatkan berbagai soft skills yang penting untuk membangun karakter dan kepercayaan diri.

Ia menyebutkan, beberapa tim dari Padepokan Kalisoga, Kampus  Harkat Negeri juga telah mendapatkan pelatihan di TLF. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran di TLF mampu membentuk kemampuan kepemimpinan dan mengembangkan kepercayaan diri peserta.

“Tidak hanya pertanian, banyak sekali soft skill yang didapat. Kepemimpinan, bahkan bisa mengubah orang yang tadinya introvert menjadi lebih confident,” jelasnya.

Hingga kini, TLF disebut telah melahirkan sekitar 2.000 alumni dari berbagai wilayah di Indonesia. Jejaring alumni tersebut menjadi modal penting untuk memperluas dampak program ke berbagai daerah.

Universitas Harkat Negeri berkomitmen mengembangkan TLF secara lebih luas dengan tetap mendapatkan pendampingan dari para pihak yang sejak awal telah membangun dan mendampingi perjalanan TLF.

“Kita akan kembangkan lebih luas, dengan dampingan bapak dan ibu yang lebih dulu bersama TLF. TLF ini akan terus kami kembangkan dalam rangka mengembangkan republik yang kita cintai ini,” tutur Sudirman.

Dalam momentum serah terima tersebut, The Learning Farm juga meluncurkan platform e-learning TLF. Platform ini dirancang agar calon peserta dapat memperoleh pembelajaran awal sebelum mengikuti proses pembelajaran secara langsung di TLF.

Menariknya, akses pembelajaran melalui e-learning tersebut diberikan secara gratis, sehingga diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi pemuda di berbagai daerah untuk mengenal dan mempelajari materi pertanian serta keterampilan pendukung lainnya.

Dengan beroperasinya kembali TLF di bawah naungan Universitas Harkat Negeri, lembaga tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran, pemberdayaan, dan pengembangan kompetensi pemuda yang semakin luas.

Alih kelola ini sekaligus memperkuat visi Universitas Harkat Negeri untuk menghadirkan pendidikan yang berdaya, terhubung, dan relevan, serta menjadikan The Learning Farm sebagai salah satu fondasi awal pengembangan pendidikan pertanian dan pangan di masa mendatang.

Bagikan Berita ini: