Daftar Sekarang

Siapkan Guru Mengajar Bahasa Inggris di Sekolah Dasar, Program Studi S1 PGSD Universitas Harkat Negeri Gelar Webinar Nasional TEYL

30 Juli 2026 14:55:00 WIB
images/article_img_Siapkan_Guru_Mengajar_Bahasa_Inggris_di_Sekolah_Dasar,_Program_Studi_S1_PGSD_Universitas_Harkat_Negeri_Gelar_Webinar_Nasional_TEYL.jpg

Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Harkat Negeri menyelenggarakan webinar nasional bertema “Teaching English to Young Learners: Kesiapan Guru SD dan Calon Guru Menghadapi Bahasa Inggris Wajib di Sekolah Dasar”. Kegiatan ini diikuti oleh 315 peserta yang berasal dari berbagai pulau dan provinsi di Indonesia secara daring dan luring di Kampus Harkat Negeri, pada Rabu, (29/7/2026). 

Peserta webinar memiliki latar belakang yang beragam, meliputi guru sekolah dasar, calon guru, dosen, mahasiswa, orang tua, masyarakat umum, serta pemerhati pendidikan. Tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap kesiapan guru dalam mengajarkan Bahasa Inggris kepada anak usia sekolah dasar.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi S1 PGSD Universitas Harkat Negeri, Ratri Wikaningtyas. Dalam sambutannya, Ratri menekankan pentingnya membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai sebelum mengajarkan Bahasa Inggris, khususnya pada jenjang sekolah dasar.

“Guru perlu memiliki kesiapan pedagogis dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak. Webinar ini merupakan bentuk dukungan dan kepedulian Program Studi S1 PGSD Universitas Harkat Negeri terhadap kesiapan guru, calon guru, orang tua, dan masyarakat dalam mendampingi anak belajar Bahasa Inggris,” ungkapnya.

Ia berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan konseptual, tetapi juga mampu menerapkan berbagai strategi pembelajaran Bahasa Inggris yang kreatif, menyenangkan, dan bermakna bagi anak-anak.

Webinar yang digawangi oleh Iin Indrayanti, ini menghadirkan Lia Noerkhasanah, praktisi, akademisi bidang Teaching English to Young Learners sekaligus penulis buku cerita anak yang menyampaikan materi secara langsung dari Selangor, Malaysia.

Narasumber yang akrab disapa Ms. Lia tersebut secara langsung menyinggung karakteristik pembelajaran English to Young Learners (EYL) di Indonesia. Selain itu, Ms. Lia pun memberikan gambaran terkait berbagai tantangan yang dihadapi guru dan masyarakat dalam mengenalkan Bahasa Inggris kepada anak. 

Dalam pemaparannya, Ms. Lia menjelaskan bahwa guru memiliki peran sentral dalam menciptakan proses pembelajaran yang bermakna. Menurutnya, pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak tidak seharusnya hanya berorientasi pada hafalan, tetapi perlu dikembangkan melalui pengalaman belajar yang kontekstual, interaktif, dan menyenangkan. 

“Pembelajaran bermakna merupakan fondasi utama yang perlu dibangun ketika guru mulai mengenalkan Bahasa Inggris kepada anak. Anak perlu terlibat secara aktif dan merasa nyaman dalam menggunakan bahasa yang sedang dipelajarinya,” jelas Ms. Lia.

Selain menyampaikan konsep dasar pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak, Ms. Lia juga membagikan berbagai strategi, tips, dan moda pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas. Salah satu media yang direkomendasikan adalah storybook atau buku cerita anak. Buku cerita dinilai efektif untuk mengenalkan kosakata Bahasa Inggris karena menyajikan bahasa dalam konteks yang mudah dipahami. Guru disarankan memilih cerita dengan tema yang dekat dengan kehidupan anak, menggunakan struktur kalimat sederhana, serta didukung oleh ilustrasi yang menarik. 

Suasana webinar semakin interaktif ketika narasumber mengajak peserta untuk mengikuti kegiatan read aloud atau membaca nyaring menggunakan sebuah buku cerita anak. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh contoh langsung tentang cara membangun interaksi, mengenalkan kosakata, melatih pelafalan, dan meningkatkan keterlibatan anak dalam pembelajaran Bahasa Inggris. 

Untuk meningkatkan partisipasi peserta, panitia juga menyelenggarakan sesi kuis yang memuat pertanyaan seputar materi narasumber, Program Studi PGSD, dan pengenalan Universitas Harkat Negeri. Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan berbagai hadiah menarik yang diberikan pada akhir kegiatan.

Secara umum, peserta memberikan tanggapan positif terhadap penyelenggaraan webinar, pelayanan panitia, relevansi materi, serta penyampaian narasumber yang komunikatif dan interaktif. Peserta menilai materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan guru dan calon guru dalam menghadapi pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.

Sebagian besar peserta berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara berkala. Webinar semacam ini dinilai penting untuk meningkatkan kompetensi pedagogis, memperluas wawasan, serta menambah kreativitas guru dalam merancang pembelajaran Bahasa Inggris yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan anak.

Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 PGSD Universitas Harkat Negeri menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kualitas pendidikan dasar dan peningkatan kesiapan pendidik menghadapi berbagai perubahan kebijakan serta kebutuhan pembelajaran di sekolah dasar.

Bagikan Berita ini: