Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said berhasil merampungkan Program Doktoral Sains Manajemen-nya di SBM-ITB (Sekolah Bisnis dan Manajemen – Institut Teknologi Bandung). Disertasinya bertajuk: In Search of ILVs (Intrinsic Leadership Values) Across Sectors: Leading Change and Building Sustainable Organizations (Mencari Nilai-Nilai Kepemimpinan-Intrinsik Lintas Sektor: Memimpin Perubahan dan Membangun Organisasi Berkelanjutan).
Sidang berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026 di salah satu gedung kampus utama SBM di Bandung. Mahasiswa SBM bernomor induk 39020016 itu dinyatakan lulus dengan predikat “Memuaskan” (A).
“Menjalani studi sambil beraktivitas, ternyata merupakan sesuatu yang tidak mudah. Jadi, puji syukur kepada Allah atas segala jalan keluar yang sering tak terduga. Setelah 6 tahun lamanya berproses, melewati 72 purnama, 25 konsultasi, 6 paper ditolak, 4 kali revisi, dan lalu dipungkasi ujian disertasi, alhamdulillah, akhirnya saya dinyatakan lulus Program Doktoral Ilmu Manajemen di SBM-ITB,” ungkap Sudirman.
Tujuan disertasi Sudirman berpokok pada tiga hal. Pertama, untuk mengidentifikasi secara empiris ILVs yang mencirikan kepemimpinan efektif di beragam konteks organisasi kontemporer. Kedua, mengakaji relasi antara ILV dengan OC (organizational change) serta OS (organizational sustainability). Ketiga, untuk menentukan apakah ILVs dapat dikembangkan secara sistematis.
Di penghujung risetnya, Sudirman keluar dengan simpulan utama. Yakni: akar utama dari kepemimpinan efektif bukan terletak pada otoritas formal, keahlian teknis, atau posisi hierarkis; melainkan pada kepemimpinan intrinsik.
“Kepemimpinan intrinsik tersebut hanya bisa terjadi jika lima pilar ILVs ini tegak, yaitu: terpercaya, berani, visioner, transformatif, dan kolaboratif,” demikian penjelasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral periode 2014–2016 itu.

Dipandu dengan bagus oleh Prof. Dr. Ir. Sudrajati Ratnaningtyas, M.P., karya tulis setebal 350-an halaman itu dipertahankan Sudirman selama kurang-lebih dua jam di hadapan tiga penguji. Ketiganya adalah: Prof. Dr. Ir. Utomo Sarjono Putro, M.Eng.; Dr. rer. pol. Eko Agus Prasetio, ST, MBA, CIM; dan Widhyawan Prawiraatmadja, M.A., Ph.D. Bertindak sebagai promotor adalah Prof. Dr. Aurik Gustomo, ST, MT, dengan didampingi co-promotor Yudo Anggoro, M.SM., Ph.D.
“Terima kasih kepada duet promotor dan co-promotor Prof. Aurik Gustomo dan Dr. Yudo Anggoro yang dengan penuh kesabaran terus memberi penguatan, semangat, dan jalan keluar sejak Agustus 2020. Terima kasih kepada para penguji yang telah memberi review final dan membuka jalan untuk perbaikan,” ujar Sudirman.
Sejumlah kolega tampak hadir sebagai penyaksi sekaligus pemantik semangat; antara lain: Todung Mulya Lubis, Marco Kusumawijaya, Amin Subekti, Achyarmansyah Lubis, Arif Ariyadi, John Paterson, Muhammad Habibi Syahidi, dan Fathimatuz Zahra. Hadir pula pengurus dan sivitas akademika Universitas Harkat Negeri; antara lain: Iwan Faidi, Meindy Mursal, Gunawan Adib Ahmadi, Bima Priya Santosa, Rudiyanto, Hanief Arie Setianto, Agung Hendarto, dan Singgih Budihartono. Tentu saja dari pihak keluarga pun tak absen, yakni istri Astrid Swastika beserta putra-putrinya.
“Terima kasih untuk para sahabat dan seluruh keluarga yang tiada henti memberikan dukungan,” imbuh Sudirman.
“Juga tentunya kepada 18 narasumber yang telah bersedia untuk berbagi perspektif sebagai materi utama disertasi. Semoga Tuhan membalas seluruh kebaikan itu,” ungkapnya.
Pada sesi pamungkas, yakni seusai pembacaan nilai kelulusan ujian oleh Prof. Sudrajati Ratnaningtyas, masing-masing penguji dan promotor diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan akhir dan pesan. Salah satu yang bersahaja tapi cukup menyentuh adalah pesan dari sang promotor, Prof. Aurik Gustomo.
“Menjadi doktor adalah proses menyadari betapa secuil dan terbatasnya ilmu kita. Dengan demikian, lulus sebagai doktor sewajarnya membuat siapa pun orangnya harus lebih rendah hati, tawaduk. Bukan sebaliknya: merasa lebih dari yang lain,” demikian Sudirman mengingat dan mencatat pesan itu baik-baik.