Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Universitas Harkat Negeri gelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk "Pendampingan Kader Posyandu Perkuat Implementasi P4K untuk Cegah Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal" di Balai Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam mendukung pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) guna menekan risiko kegawatdaruratan pada ibu hamil dan bayi baru lahir.
Sebanyak 35 kader Posyandu mengikuti kegiatan yang dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus, hingga simulasi pendampingan ibu hamil menggunakan instrumen P4K. Materi yang diberikan meliputi konsep Program P4K, deteksi dini ibu hamil berisiko, tanda bahaya kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir, serta mekanisme rujukan dan peran kader dalam memberikan edukasi kepada keluarga.
Ketua Pengabdian kepada Masyarakat, Nora Rahmanindar, menjelaskan bahwa kader Posyandu memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kader menjadi langkah penting dalam mendukung upaya pencegahan komplikasi kehamilan dan persalinan.
"Kader Posyandu memiliki peran yang sangat strategis dalam mendeteksi dini faktor risiko kehamilan, memberikan edukasi kepada keluarga, serta memastikan setiap ibu hamil memiliki rencana persalinan yang aman dan terencana,” ujarnya.
“Melalui pendampingan ini, kami berharap kader semakin percaya diri dan memiliki keterampilan dalam mengimplementasikan Program P4K sehingga berbagai faktor risiko dapat dikenali lebih awal dan komplikasi kehamilan maupun persalinan dapat dicegah," tambah Nora.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Universitas Harkat Negeri dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi melalui pemberdayaan masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan kader Posyandu diharapkan mampu memperkuat implementasi Program P4K serta berkontribusi dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Bidan Desa Kesuben, Siti Himmatun, turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kader Posyandu merupakan mitra penting tenaga kesehatan dalam memantau kondisi ibu hamil di masyarakat sehingga peningkatan kompetensi kader menjadi kebutuhan yang sangat penting.
"Kader Posyandu merupakan mitra penting bidan dalam memantau kondisi ibu hamil di masyarakat. Melalui pendampingan ini kami berharap kader semakin mampu mengenali faktor risiko sejak dini, memberikan edukasi kepada keluarga, serta segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan tanda bahaya. Dengan demikian, berbagai potensi kegawatdaruratan maternal maupun neonatal dapat dicegah sedini mungkin," ungkap Siti.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi diskusi dan simulasi pendampingan ibu hamil. Para kader berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan Program P4K di lapangan sekaligus mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam melakukan pendampingan kepada ibu hamil di wilayah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Universitas Harkat Negeri berharap kader Posyandu semakin kompeten dalam melakukan skrining risiko kehamilan, memberikan edukasi kepada keluarga, memantau kesiapan persalinan, serta memperkuat koordinasi dengan bidan desa. Penguatan kapasitas kader diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu dan bayi serta mempercepat upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tegal.