Forum HRD Kota Tegal menggelar kegiatan halal bihalal yang dirangkaikan dengan penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Aula Kampus Mataram, Universitas Harkat Negeri, pada Kamis (16/4/2026) siang. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kualitas SDM, khususnya dalam kemampuan membaca karakter calon pegawai melalui proses wawancara atau interview.
Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal, Nasruddin Chusnul Huluk, serta perwakilan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan berbagai instansi terkait lainnya.
Ketua Forum HRD Kota Tegal, Erni Unggul Sedya Utami, menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi hal krusial yang harus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan. Ia menyebutkan, tidak semua praktisi HRD memiliki latar belakang manajemen yang memadai.
“Momentum halal bihalal ini kami manfaatkan untuk memberikan penguatan SDM di perusahaan, termasuk materi dasar terkait teknik interview. Hal ini sangat penting karena akan menentukan keberlangsungan perusahaan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang Pengelolaan Sumber Daya Universitas Harkat Negeri, Rudiyanto, menyoroti tantangan dunia kerja saat ini yang berada dalam situasi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Menurutnya, kondisi tersebut menuntut peran HRD menjadi lebih strategis.
“HRD tidak lagi sekadar mengelola administrasi personalia, tetapi menjadi strategic partner bagi perusahaan dan stakeholder. Mereka harus mampu berpikir strategis dalam menentukan arah kemajuan perusahaan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dinamika global, termasuk konflik geopolitik seperti ketegangan Iran, turut memengaruhi strategi perusahaan dan pengelolaan SDM. Namun demikian, tantangan tersebut harus dihadapi sebagai peluang untuk memperkuat kapasitas organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Universitas Harkat Negeri melalui Wakil Rektor II juga menyampaikan apresiasi kepada dunia industri atas dukungan terhadap program magang mahasiswa. Kampus berkomitmen untuk mencetak lulusan yang memiliki kompetensi, kepemimpinan, dan kesiapan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kami juga membuka peluang kerja sama melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebagai bentuk dukungan bagi perusahaan dalam meningkatkan kualitas pegawai,” tambah Rudiyanto.
Sementara itu, Nasruddin Chusnul Huluk menekankan bahwa penguatan SDM tidak hanya sebatas peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga mencakup etika profesional dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan.
“SDM yang unggul adalah yang memiliki komitmen terhadap organisasi, adaptif, dan profesional. Forum HRD ini menjadi wadah penting untuk komunikasi antar perusahaan dalam menghadapi dinamika ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Ia juga menilai bahwa sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan dapat menciptakan hubungan industrial yang harmonis, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan produktivitas dan daya saing tenaga kerja di Kota Tegal.
Dalam kesempatan ini, terlaksana penandatanganan kerja sama antara Universitas Harkat Negeri dan Forum HRD Kota Tegal terkait peningkatan daya saing SDM, serta kerja sama pemagangan dan perekrutan SDM.
Melalui kegiatan ini, Forum HRD Kota Tegal diharapkan mampu terus menjadi ruang kolaborasi dan diskusi dalam merumuskan solusi adaptif terhadap tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.