Universitas Harkat Negeri menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding). Acara tersebut berlangsung secara khidmat di Edukatif Hall Kampus 4 UAD, Yogyakarta, pada Kamis (22/10/2026).
Kunjungan delegasi Universitas Harkat Negeri ini disambut langsung oleh jajaran pimpinan UAD. Pertemuan dua perguruan tinggi swasta (PTS) tersebut berfokus pada penguatan kerja sama di bidang akademik, pengembangan institusi, hingga tata kelola pendidikan tinggi.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Ahmad Dahlan, Prof. Muchlas menyambut hangat jajaran pimpinan dan tim task force kerja sama dari Universitas Harkat Negeri.
Prof. Muchlas menegaskan pentingnya kolaborasi dan saling bertukar pikiran antar PTS untuk menghadapi tantangan dinamika pendidikan tinggi saat ini.
“Kunjungan semacam ini memiliki tujuan yang sangat baik, untuk menjalin kemitraan, berdiskusi, serta saling bertukar pikiran demi kemajuan bersama kedua institusi,” ujar Prof. Muchlas.
Selain menyoroti tantangan tata kelola dan pentingnya efektivitas konsolidasi pimpinan dalam memajukan universitas, UAD juga memperkenalkan berbagai program, layanan serta fasilitas yang ada di Universitas Ahmad Dahlan.
Sementara itu, Wakil Rektor 3 Bidang Pengembangan Institusi, Universitas Harkat Negeri, Agung Hendarto, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas penerimaan UAD yang sangat hangat.
Agung menyampaikan bahwa Universitas Harkat Negeri merupakan penggabungan dari Politeknik Harapan Bersama (Poltek Harber) dan STMIK.
“Kami hadir dengan semangat untuk belajar kepada UAD sebagai salah satu PTS berprestasi di Indonesia, khususnya dalam hal pengelolaan SDM dan percepatan akreditasi,” ujarnya.
“Meski baru berusia satu tahun sebagai universitas dengan sekitar 4.000 mahasiswa, Universitas Harkat Negeri telah melakukan berbagai terobosan strategis. Di antaranya adalah rencana pendirian Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran yang merintis kerja sama dengan Harvard Medical School, pembukaan prodi PGSD untuk mengatasi tantangan literasi nasional, hingga pembentukan pusat studi berbasis isu strategis seperti Pusat Studi Perkotaan Pesisir dan Pusat Pengembangan Kepemimpinan & Budi Pekerti untuk memperkuat karakter mahasiswa,” tambah Agung.
Ketua Task Force Ekspansi Kerja Sama Universitas Harkat Negeri, Ginanjar Wiro Sasmito, menuturkan langkah penandatanganan MoU dengan UAD ini menjadi bagian dari strategi proaktif Universitas Harkat Negeri dalam memperluas jejaring kemitraan, baik dengan sesama perguruan tinggi maupun dengan dunia industri, demi mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi dan siap menjawab kebutuhan masyarakat.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap sinergi yang terjalin dapat membawa kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan bangsa,” ujar Ginanjar.