Daftar Sekarang

Universitas Harkat Negeri Dorong Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah dalam Peningkatan Layanan Publik

14 Oktober 2025 10:00:00 WIB
images/article_img_Universitas_Harkat_Negeri_Dorong_Kolaborasi_Akademisi_dan_Pemerintah_dalam_Peningkatan_Layanan_Publik.jpg

Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, terlebih di era digital yang menuntut kecepatan, sinergi antara akademisi dan pemerintah menjadi kunci untuk membangun pelayanan publik yang efektif dan berbasis bukti. Hal tersebut disampaikan oleh Erni Unggul Sedya Utami., Direktur Komunikasi dan Kerjasama Universitas Harkat Negeri, dalam acara Coffee Morning Monitoring dan Evaluasi Layanan Publik Terintegrasi Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Tegal yang diselenggarakan di Hotel Premiere Tegal, Selasa (14/10).

Dalam paparannya berjudul Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah dalam Penguatan Layanan Publik, Erni menjelaskan bahwa layanan publik di era digital bersifat kompleks, dinamis, dan menuntut kecepatan. Oleh karena itu, dibutuhkan model kerja sama yang tidak sekadar koordinatif, melainkan berbasis co-creation yaitu kolaborasi dalam menciptakan solusi publik.

 

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan riset, inovasi, dan pengetahuan dari akademisi agar kebijakan publik lebih berbasis data dan berdampak nyata,” jelasnya.

Erni juga memaparkan peran akademisi dalam mendukung tata kelola pemerintahan, mulai dari riset dan kajian efektivitas layanan publik, pengembangan inovasi digital, hingga pelatihan ASN dan penyusunan kebijakan berbasis bukti. Bentuk kolaborasi ini, lanjutnya, bisa diwujudkan dalam program riset bersama, pengabdian masyarakat, hingga incubator of public innovation yang melibatkan kampus dan pemerintah daerah.

Ia mencontohkan beberapa kolaborasi yang telah dilakukan oleh Universitas Harkat Negeri, seperti program penanganan stunting, literasi keuangan bersama Dinas Koperasi & UMKM, kerja sama dengan Bank Indonesia melalui PIHPS, pendampingan tata kelola pemerintahan desa, serta pembentukan Tax Center bersama KPP Pratama Kota Tegal.

Sementara itu, Plt Kepala DPMPTSP Kota Tegal, Sartono Eko Saputro, menyampaikan bahwa hingga Oktober 2025, Mal Pelayanan Publik Kota Tegal telah melayani 17.834 pengguna dengan 164 jenis layanan dari 40 instansi.

“Ini adalah capaian membanggakan sejak satu tahun tujuh bulan berdirinya MPP. Namun, tantangan ke depan akan semakin besar. Mari kita berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Menambahkan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, juga menilai bahwa keterlibatan kampus seperti Universitas Harkat Negeri memberikan energi baru bagi pengembangan pelayanan publik yang lebih kreatif dan berbasis ilmu pengetahuan.

 

“Kondisi pelayanan MPP Kota Tegal saat ini sudah membanggakan, terlihat dari data capaian dan laporan kinerja yang positif. Namun, ke depan tantangannya semakin beragam. Kehadiran akademisi seperti Universitas Harkat Negeri sangat penting untuk memperkuat riset, inovasi, dan solusi pelayanan yang humanis dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tutur Sekda dalam sambutannya.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh instansi mitra MPP, akademisi, dan jajaran pemerintah daerah. Forum ini menjadi wadah refleksi, evaluasi, sekaligus penguatan komitmen bersama untuk mewujudkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan adaptif, melalui kolaborasi strategis antara pemerintah dan perguruan tinggi.

Bagikan Berita ini: