Universitas Harkat Negeri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri batik yang berkelanjutan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Tim dosen lintas program studi melaksanakan kegiatan bertajuk "Implementasi Teknologi Tepat Guna Reaktor Fotokatalis Thin Film ZnO untuk Pengolahan Limbah Cair pada UMKM Batik Bengle" pada Rabu (29/7/2026) di Balai Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.
Program yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui skema Pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026 ini dipimpin oleh Wilda Amananti, dari Program Studi D3 Teknik Mesin bersama Faqih Fatkhurrozak, dari Program Studi S1 Teknik Mesin, serta Yeni Priatna Sari, dari Program Studi D3 Akuntansi.
Program ini diikuti oleh 30 pelaku UMKM Batik Bengle, perangkat Desa Bengle, serta perwakilan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Tegal. Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Desa Bengle, dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai konsep batik ramah lingkungan, pentingnya pengelolaan limbah cair hasil produksi batik, serta pengenalan teknologi reaktor fotokatalis thin film ZnO sebagai solusi pengolahan limbah.
Wilda Amananti, Ketua Tim menyampaikan, selain memperoleh materi, peserta juga mengikuti pelatihan pengoperasian reaktor, prosedur penggunaan yang benar, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan dan perawatan alat.
“Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi, di mana para pelaku UMKM berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan dalam mengelola limbah cair hasil produksi batik,” ungkapnya.
Perwakilan UMKM Batik Bengle, Muhammad Ghofur, menyampaikan apresiasinya kepada tim Universitas Harkat Negeri atas pendampingan yang diberikan kepada para pelaku usaha batik.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Harkat Negeri yang telah memberikan pendampingan kepada UMKM Batik Bengle. Selama ini pengelolaan limbah cair masih menjadi salah satu tantangan bagi para pelaku usaha batik. Melalui kegiatan ini kami memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya produksi batik yang ramah lingkungan sekaligus teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pengolahan limbah,” ungkapnya.
“Kami berharap teknologi ini tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja, tetapi dapat terus diterapkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi perkembangan UMKM Batik Bengle dan mendorong terciptanya industri batik yang lebih bersih, sehat, serta berkelanjutan," tambah Ghofur.

Sementara itu, Kepala Desa Bengle menilai kegiatan tersebut menjadi solusi yang relevan terhadap persoalan lingkungan yang selama ini dihadapi masyarakat akibat limbah industri batik.
"Persoalan limbah industri batik telah menjadi perhatian masyarakat karena mulai berdampak pada kualitas lingkungan, termasuk kondisi air sumur di beberapa wilayah. Kami mengapresiasi Universitas Harkat Negeri yang tidak hanya memberikan edukasi kepada pelaku UMKM, tetapi juga menghadirkan solusi teknologi yang dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pelaku usaha maupun masyarakat sekitar," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Harkat Negeri berharap para pelaku UMKM Batik Bengle semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan sekaligus mampu menerapkan teknologi tepat guna dalam proses produksi. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM diharapkan dapat menciptakan industri batik yang lebih berkelanjutan, memiliki daya saing tinggi, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan.