Daftar Sekarang

Universitas Harkat Negeri Gandeng Harvard Medical School Kembangkan Strategi Pengendalian Penyakit Tidak Menular

10 April 2026 03:22:00 WIB
images/article_img_Universitas_Harkat_Negeri_Gandeng_Harvard_Medical_School_Kembangkan_Strategi_Pengendalian_Penyakit_Tidak_Menular.jpg

Primary Health Impact Lab (PHIL) Universitas Harkat Negeri bersama Harvard Medical School dan CISDI (Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives) menggelar lokakarya riset kolaboratif pada 7–9 April 2026 di kantor CISDI, Jakarta.

Kegiatan ini menjadi langkah lanjutan dalam pengembangan model penanganan Penyakit Tidak Menular (PTM) di wilayah Tegal dan Brebes.

Lokakarya ini diikuti oleh tim peneliti PHIL yang terdiri dari perwakilan Harvard Medical School, yakni Bethany Holt, tim CISDI, serta dosen dari Program Studi Kesehatan dan Psikologi Universitas Harkat Negeri. Fokus utama kegiatan adalah membahas dan menindaklanjuti hasil Focus Group Discussion (FGD) yang telah dilaksanakan pada 12–13 Maret 2026, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes.

Dalam forum tersebut, para peserta melakukan pendalaman sekaligus pengerucutan fokus riset terkait salah satu isu kesehatan utama di Indonesia, yaitu Penyakit Tidak Menular. Permasalahan PTM dinilai masih menjadi tantangan besar, baik dari sisi pencegahan maupun pengendaliannya di masyarakat.

Hasil utama dari lokakarya ini adalah tersusunnya rancangan model pendekatan penyelesaian masalah PTM yang kontekstual untuk wilayah Tegal dan Brebes. Selain itu, tim juga merumuskan kerangka kerja penelitian yang akan dilaksanakan pada periode Mei hingga Juli 2026.

Perwakilan Harvard Medical School, Bethany Holt, menyampaikan bahwa secara regulasi, manajemen PTM di Indonesia sudah tergolong baik. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan antara kebijakan dan implementasi di tingkat masyarakat.

“PHIL berupaya mengidentifikasi berbagai gap yang ada di lapangan agar dapat merumuskan model pendekatan yang lebih efektif dalam mengendalikan PTM,” ujarnya.

Sementara itu, Diah Saminarsih selaku Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan Universitas Harkat Negeri menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam penanganan PTM. Menurutnya, persoalan kesehatan tidak dapat dilihat hanya dari aspek medis semata. 

“Penanganan PTM perlu dilihat dari berbagai perspektif untuk memastikan pendekatan yang lebih holistik dan berpusat pada masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai pusat studi yang berfokus pada pelayanan kesehatan primer, PHIL terus berkomitmen mendorong riset berbasis kolaborasi global dan kebutuhan lokal. Melalui kerja sama ini, diharapkan lahir solusi inovatif yang mampu memperkuat sistem kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah Tegal dan Brebes.

Bagikan Berita ini: