Daftar Sekarang

Universitas Harkat Negeri Hadirkan Profesor Kyoto University, Bahas Ancaman Sampah Plastik Global

09 Februari 2026 13:07:00 WIB
images/article_img_Universitas_Harkat_Negeri_Hadirkan_Profesor_Kyoto_University,_Bahas_Ancaman_Sampah_Plastik_Global.jpg

Universitas Harkat Negeri kembali menyelenggarakan kuliah umum internasional dengan menghadirkan Prof. Masaaki Okamoto, PhD, akademisi dari Kyoto University, Jepang, yang dikenal aktif dalam kajian lingkungan global. Kegiatan ini mengangkat tema “Krisis Global Sampah Plastik dan Solusinya”, sebuah isu lingkungan yang kian mendesak seiring meningkatnya volume pencemaran plastik di berbagai belahan dunia. Kuliah umum berlangsung di Aula Kampus Mataram, pada Jumat, (6/2/2026).

Kuliah umum diikuti oleh ratusan mahasiswa dan dosen, serta tamu undangan dari Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah), Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta turut hadir para pegiat lingkungan hidup dan komunitas Bank Sampah di wilayah Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes.

Dalam paparannya, Prof. Okamoto menyajikan data yang menunjukkan lonjakan signifikan produksi dan limbah plastik dalam beberapa dekade terakhir, khususnya di kawasan Asia.

Menurut Prof. Okamoto, pertumbuhan ekonomi yang pesat, digitalisasi, serta urbanisasi menjadi faktor utama meningkatnya penggunaan plastik sekali pakai. Kondisi ini, kata dia, membawa dampak serius tidak hanya bagi ekosistem darat dan laut, tetapi juga terhadap kesehatan manusia.

“Data menunjukkan jumlah sampah plastik terus bertambah dan telah menimbulkan ancaman nyata bagi lingkungan dan kesehatan. Jika tidak ditangani secara sistematis, krisis ini akan semakin sulit dikendalikan,” ujar Prof. Okamoto.

Ia menegaskan bahwa penanganan sampah plastik tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan pendekatan komprehensif, mulai dari peralihan penggunaan plastik ke material ramah lingkungan, penguatan sistem pengolahan limbah terpadu, hingga pemanfaatan teknologi.

Beberapa solusi yang ditawarkan antara lain pengembangan teknologi pembersihan laut, penguatan edukasi prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta pemanfaatan limbah plastik sebagai sumber energi alternatif. “Semua upaya ini harus berjalan beriringan dan melibatkan banyak pihak,” tambahnya.

Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, menyampaikan bahwa kuliah umum ini menjadi ruang diskusi strategis bagi sivitas akademika, peneliti, dan pegiat lingkungan dalam merespons tantangan global.

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan memerlukan proses panjang yang dimulai dari peningkatan pemahaman, diikuti oleh kebijakan yang tepat, penerapan yang konsisten, serta disiplin kolektif.

“Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran bersama demi masa depan lingkungan yang lebih berkelanjutan,” ujar Sudirman Said.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh sivitas akademika Universitas Harkat Negeri agar tetap percaya diri dan berorientasi global, meskipun kampus berada di kota kedua. Menurutnya, kualitas akademik, jejaring internasional, dan kontribusi keilmuan menjadi kunci daya saing perguruan tinggi di tingkat dunia.

Bagikan Berita ini: