Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, tengah menyiapkan langkah strategis untuk mendirikan perguruan tinggi di daerahnya. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, yang juga merupakan Ketua Pendiri Yayasan Andi Manenne Cendekia sekaligus inisiator pendirian Politeknik Teknologi dan Inovasi (POLTEKIS) Luwu Utara beserta rombongan melakukan studi tiru atau benchmark ke Universitas Harkat Negeri, Tegal pada Rabu, (5/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari berbagai persyaratan dan tahapan dalam pendirian perguruan tinggi, sekaligus melakukan benchmarking terhadap pengelolaan universitas.
“Kami hadir ke sini untuk belajar terkait persyaratan pendirian kampus. Universitas Harkat Negeri ini sangat cocok bagi kami untuk benchmark, karena merupakan kampus baru yang maju dan bisa menjadi tempat kami belajar,” ujar Andi Abdullah Rahim.
Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi menjadi kebutuhan penting bagi Luwu Utara. Saat ini, masyarakat, khususnya generasi muda di daerah tersebut, masih harus menempuh pendidikan tinggi ke luar daerah.
“Di sana belum ada kampus. Karena itu kami menganggap ini adalah hal yang sangat penting untuk mendirikan kampus, supaya anak-anak Luwu Utara tidak perlu jauh-jauh ke luar kota untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” katanya.
Andi menjelaskan, Luwu Utara memiliki berbagai potensi daerah yang membutuhkan dukungan SDM berkualitas. Salah satunya adalah potensi energi, termasuk panas bumi, serta berbagai sumber daya lainnya yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan.
“Kami punya potensi energi yang besar, di antaranya potensi panas bumi. Potensi-potensi kami sangat banyak. Oleh karena itu, kami ingin menyiapkan SDM dengan baik,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pembangunan perguruan tinggi tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan institusi pendidikan, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.
Karena itu, berbagai aspek perlu dipersiapkan secara matang, mulai dari persyaratan pendirian, tata kelola, program pendidikan, hingga model pengembangan kampus yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.
“Hal yang perlu kami siapkan dengan baik adalah bagaimana mendirikan perguruan tinggi. Kami belajar dari Universitas Harkat Negeri. Niat kita sama, yaitu mencerdaskan anak negeri ini,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, menyambut baik kunjungan Bupati Luwu Utara beserta rombongan. Ia mengapresiasi komitmen pemerintah daerah yang memberikan perhatian besar terhadap pembangunan pendidikan.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati Luwu Utara dan rombongan yang sudah hadir jauh-jauh ke Tegal. Tidak banyak pimpinan politik atau kepala daerah yang fokus terhadap pendidikan di daerahnya,” ujar Sudirman Said.
Menurut Sudirman, pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas manusia dan kemajuan bangsa. Ia mengutip pernyataan Nelson Mandela bahwa pendidikan merupakan senjata paling ampuh untuk mengubah dunia.
Ia juga menyinggung kisah Kaisar Hirohito yang setelah Perang Dunia II memberikan perhatian besar terhadap pendidikan sebagai bagian dari upaya membangun kembali Jepang.
“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk memajukan suatu bangsa,” katanya.
Sudirman mengaku senang dapat bertemu dengan Bupati Luwu Utara yang memiliki perhatian dan komitmen kuat terhadap pendidikan.
“Saya bahagia bertemu teman satu perjalanan, Pak Bupati, yang konsen dengan pendidikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sudirman juga memperkenalkan perjalanan transformasi Universitas Harkat Negeri yang aat ini memiliki tiga kampus dan merupakan perguruan tinggi swasta yang dikelola di bawah yayasan.
Universitas Harkat Negeri lahir dari proses penggabungan Politeknik Harapan Bersama, STMIK YMI, dan Institut Harkat Negeri yang kemudian bertransformasi menjadi Universitas Harkat Negeri.
“Universitas Harkat Negeri ini baru lahir 30 Juli tahun lalu. Sebelumnya ada Poltek Harber, STMIK YMI, dan Institut Harkat Negeri. Ketiganya bergabung menjadi Universitas Harkat Negeri,” jelas Sudirman.
Ia menambahkan, Universitas Harkat Negeri memiliki cita-cita untuk berkembang sebagai universitas terapan, yakni perguruan tinggi yang tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan, kompetensi, kepemimpinan, serta pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dunia nyata.
“Kami bercita-cita menjadi kampus terapan yang membekali anak-anak dengan keterampilan, kompetensi, kepemimpinan, dan pengalaman di dunia nyata,” ungkapnya.
Komitmen Universitas Harkat Negeri terhadap pemerataan akses pendidikan juga diwujudkan melalui berbagai program beasiswa, di antaranya Beasiswa Harkat Negeri dan Beasiswa Nusantara. Program tersebut membuka kesempatan bagi anak-anak berprestasi dari berbagai wilayah Indonesia untuk memperoleh akses pendidikan tinggi.
Pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui Yayasan Andi Manenne Cendekia dan Universitas Harkat Negeri diharapkan tidak berhenti pada kegiatan benchmarking dan penandatanganan naskah kerja sama, tetapi dapat berkembang menjadi ruang berbagi pengalaman dan kolaborasi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi.
Keduanya memiliki semangat yang sama, yakni menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih dekat dengan masyarakat serta menyiapkan generasi muda agar mampu mengembangkan potensi daerahnya.
“Selamat datang dan selamat berdiskusi. Mari kita semangat dalam membangun bersama,” pungkas Sudirman.