Daftar Sekarang

Universitas Harkat Negeri Perkuat Peran Kader Posyandu Cegah Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal melalui Pelatihan Berbasis Buku Saku

20 Juli 2026 12:01:00 WIB
images/article_img_Universitas_Harkat_Negeri_Perkuat_Peran_Kader_Posyandu_Cegah_Kegawatdaruratan_Maternal_dan_Neonatal_melalui_Pelatihan_Berbasis_Buku_Saku.jpg

Universitas Harkat Negeri terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, tim dosen Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan menggelar pelatihan bertajuk Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Upaya Preventif dan Promotif Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal melalui Pendekatan 6 Standar Pelayanan Minimal di Pelayanan Primer yang berlangsung selama tiga kali pertemuan pada 18 Juni hingga 18 Juli 2026 di Balai Desa Jenggawur dan Pos Kesehatan Desa (PKD) Jenggawur, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.

Program yang diketuai oleh Reny Eka Saputri, bersama tim dosen Universitas Harkat Negeri ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam mendeteksi dini kondisi kegawatdaruratan pada ibu hamil dan bayi baru lahir. Kegiatan mengkombinasikan metode ceramah interaktif, pelatihan, simulasi studi kasus, advokasi, hingga difusi teknologi melalui penyediaan Buku Saku Kader Posyandu sebagai panduan praktis saat bertugas di lapangan.

Pada pertemuan pertama, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep Three Delays dan pentingnya peran kader dalam mencegah keterlambatan penanganan kasus maternal maupun neonatal di tingkat keluarga. Selanjutnya, pada sesi inti, peserta dibekali materi mengenai tanda bahaya kehamilan, persalinan, masa nifas, serta kondisi kritis pada bayi baru lahir melalui simulasi berbasis kasus nyata. Pelatihan ditutup dengan evaluasi akhir yang menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebesar 22,71 persen, kepekaan skrining 30,64 persen, serta efikasi diri sebesar 37,73 persen.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Reny Eka Saputri, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi.

"Program pelatihan ini kami rancang agar kader Posyandu tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengenali tanda bahaya sejak dini, melakukan skrining awal, serta mengambil langkah koordinasi dan rujukan secara cepat bersama bidan desa,” ungkapnya.

“Melalui pendekatan pembelajaran interaktif yang dipadukan dengan penggunaan Buku Saku Kader, kami berharap kemampuan kader terus meningkat sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi kesehatan ibu dan bayi di lingkungan masyarakat. Model pelatihan ini juga diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di wilayah lain," tambah Reny.

Sementara itu, Bidan Desa Jenggawur, Umi Neli Inayati, mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan Universitas Harkat Negeri dalam memperkuat kapasitas kader Posyandu di wilayahnya.

"Pelatihan ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi kader Posyandu karena meningkatkan kemampuan mereka dalam mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan maternal maupun neonatal sejak dini. Kehadiran Buku Saku Kader juga menjadi panduan praktis yang memudahkan proses skrining, pelaporan, hingga koordinasi rujukan dengan tenaga kesehatan. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut sehingga kompetensi kader semakin meningkat dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi lebih optimal," ungkapnya.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim pengabdian bersama Bidan Desa Jenggawur juga menyepakati pelaksanaan sesi penyegaran materi secara rutin sebelum kegiatan Posyandu bulanan. Selain itu, Buku Saku Kader akan terus dimanfaatkan sebagai pedoman dalam kegiatan kunjungan rumah bagi ibu hamil berisiko tinggi.

Melalui program ini, Universitas Harkat Negeri berharap kader Posyandu semakin siap menjadi garda terdepan dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Sinergi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat implementasi pelayanan primer sekaligus berkontribusi dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tegal.

Bagikan Berita ini: