Daftar Sekarang

Universitas Harkat Negeri Perkuat Peran sebagai Applied University Melalui Gelar Inovasi Harmoni Nusantara

07 Oktober 2025 10:00:00 WIB
images/article_img_Universitas_Harkat_Negeri_Perkuat_Peran_sebagai_Applied_University_Melalui_Gelar_Inovasi_Harmoni_Nusantara.jpg

Universitas Harkat Negeri berpartisipasi dalam Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di Salatiga pada Selasa hingga Rabu (7-8/10/2025).

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi dan pameran hasil riset serta inovasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pada kesempatan ini, Universitas Harkat Negeri menampilkan dua inovasi unggulan, yaitu Qafas Smart Poultry dan Pulsed Electric Field (PEF), yang sama-sama berfokus pada penerapan teknologi tepat guna untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Delegasi Universitas Harkat Negeri dipimpin oleh Arif Rahman, Ketua Program Studi D-3 Teknik Komputer sekaligus Ketua Tim Pameran. Ia menjelaskan bahwa Qafas Smart Poultry merupakan sistem digitalisasi dan otomatisasi kandang ayam broiler berbasis teknologi NB-IoT (Narrowband Internet of Things), yang dikembangkan untuk menjawab permasalahan peternakan rakyat yang masih menggunakan sistem manual.

“Qafas Smart Poultry adalah inovasi digitalisasi dan otomatisasi kandang ayam broiler yang menerapkan konsep precision farming. Alat ini membantu peternak memantau kondisi kandang secara real time melalui sensor suhu, kelembapan, dan pencatatan data berbasis IoT. Penggunaannya terbukti mudah dan mampu meningkatkan produksi secara signifikan,” ujar Arif Rahman.

Arif juga menambahkan bahwa selama pameran berlangsung, banyak pihak dari industri, akademisi, hingga pemerintah daerah menunjukkan ketertarikan terhadap teknologi ini karena sifatnya yang aplikatif dan potensinya dalam meningkatkan efisiensi peternakan rakyat.

Selain itu, tim Universitas Harkat Negeri juga memperkenalkan Pulsed Electric Field (PEF), sebuah teknologi non-thermal yang berfungsi untuk mensterilisasi berbagai produk pangan seperti ikan, buah, dan susu tanpa merusak kandungan nutrisinya. Teknologi ini menggunakan pulsa listrik pendek berintensitas tinggi untuk menonaktifkan mikroorganisme, sehingga mampu memperpanjang masa simpan produk tanpa perlu pemanasan berlebih.

Sementara itu, Direktur Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Knowledge Management Universitas Harkat Negeri, Aldi Budi Riyanta, menegaskan bahwa partisipasi dalam GIHN merupakan langkah nyata universitas dalam memperkuat riset dan inovasi terapan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Sebagai kampus yang lahir dari penggabungan dua institusi, Harkat Negeri memiliki visi menjadi applied university yang kuat dalam inovasi terapan. Melalui kegiatan seperti GIHN, kami ingin memperkuat kolaborasi riset, membuka peluang kerja sama lintas institusi, serta memastikan hasil penelitian benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Aldi juga menambahkan bahwa keberadaan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) menjadi motor penting dalam mendorong dosen untuk terus berinovasi sesuai bidang keilmuannya, sejalan dengan visi universitas sebagai kampus berdampak.

Kegiatan Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2025 resmi dibuka oleh Rektor UKSW, Intiyas Utami, melalui forum “Teras Rektor”. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membangun keberlanjutan riset dan menciptakan ekosistem inovasi yang benar-benar memberi manfaat bagi bangsa.

“Masih banyak penelitian yang bersifat hit and run dan belum menjawab permasalahan bangsa secara nyata. Melalui GIHN, kami berharap dapat membangun keberlanjutan riset dan membentuk ekosistem inovasi yang berdampak,” ujar Intiyas.

Sebagai penutup, partisipasi Universitas Harkat Negeri dalam GIHN 2025 diharapkan menjadi langkah awal menuju penguatan inovasi berbasis riset terapan. Melalui karya seperti Qafas Smart Poultry dan Pulsed Electric Field, universitas menegaskan komitmennya untuk menghadirkan teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berdaya guna bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Bagikan Berita ini: