Universitas Harkat Negeri menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak Banjir Bandang di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang dan masyarakat terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal pada Selasa, (10/2/2026).
Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Desa Penakir, Pemalang dan bencana tanah bergerak yang melanda wilayah Desa Padasari, Jatinegara menyebabkan terganggunya aktivitas masyarakat serta meningkatkan risiko keselamatan warga, sehingga diperlukan dukungan logistik dan pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.
Bantuan diserahkan melalui Posko Penanganan Bencana Desa Penakir dan Posko Sekretariat Pengungsian Desa Padasari oleh Bagian Komunikasi Universitas Harkat Negeri beserta perwakilan organisasi mahasiswa (Ormawa) seperti BEM dan BPM.
Riky Ardiyanto, Kepala Komunikasi Universitas Harkat Negeri menyampaikan sebagai institusi pendidikan, Universitas Harkat Negeri turut berduka atas musibah yang terjadi. Sebagai wujud kepedulian, Universitas Harkat Negeri menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak, baik di Padasari, Jatinegara maupun di Penakir, Pemalang.
“Kami menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok yang dibutuhkan, seperti sembako, pampers dewasa dan bayi, pembalut, perlengkapan mandi, air mineral. makanan ringan, susu, serta kebutuhan dapur, semoga bantuan tersebut bermanfaat bagi saudara kita yang terdampak” tutur Riky.
Bantuan banjir bandang diterima langsung Slamet Masrukhi, tokoh masyarakat Desa Penakir. Dalam keterangannya, peristiwa tersebut, menimbulkan satu orang warga dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, ada sekitar 10 rumah warga di aliran sungai wilayah Panjangan mengalami rusak berat hingga hanyut.
“Seluruh warga yang tinggal di bantaran sungai dievakuasi lebih awal sehingga korban jiwa dapat diminimalisir. Infrastruktur juga terdampak cukup parah, khususnya enam jembatan di Desa Penakir,” kata Slamet.
“Saat ini kondisi mulai terkendali, penanganan bencana kini perlahan memasuki fase pemulihan, warga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing, kecuali warga yang rumahnya hancur diterjang banjir bandang,” ungkap Slamet.
Sementara itu, Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, sebanyak 863 rumah terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Jatinegara. Sebanyak 413 rumah di antaranya mengalami rusak berat, 189 rumah rusak sedang, dan 97 rumah rusak ringan.
Heri, relawan Posko Sekretariat Pengungsian Desa Padasari yang menerima bantuan secara simbolis menyampaikan saat ini ada 8 titik posko pengungsian, karena memang rumah yang sebelumnya dihuni warga kondisinya rusak akibat tanah bergerak.
“Saat ini saya berada di Posko Pengungsian Desa Penujah, ada 300 warga yang mengungsi di posko ini. Kami sampaikan terima kasih kepada Universitas Harkat Negeri atas bantuan yang sudah diberikan kepada masyarakat terdampak bencana tanah bergerak ini,” kata Heri.
Bantuan ini merupakan wujud empati, kepedulian dan komitmen Universitas Harkat Negeri dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.