Penguatan soft skill atau kemampuan berinteraksi dengan lingkungan menjadi elemen krusial bagi mahasiswa dari seluruh disiplin ilmu, terutama dalam aspek kepemimpinan dan literasi. Hal ini menjadi sorotan utama dalam gelaran Public Lecture Series Universitas Harkat Negeri yang menghadirkan tokoh-tokoh strategis nasional.
Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, menegaskan bahwa kehadiran Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022-2026, Mirza Adityaswara, di Aula Kampus Mataram Universitas Harkat Negeri menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memperluas cakrawala berpikir.
“Semakin luas kita berinteraksi, maka wawasan dan kesempatan kita juga akan semakin luas,” ujar Sudirman Said melalui keterangan resmi yang diterima pada Kamis (30/4).
Mantan Menteri ESDM tersebut menambahkan bahwa kampus memiliki komitmen kuat untuk bertransformasi menjadi pusat literasi dan kreativitas. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari kompetisi akademik semata, tetapi juga dari kemampuan kolaborasi dan kreativitas di lapangan.
Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi kolaborasi antara OJK dan Universitas Harkat Negeri. Ia menekankan bahwa dinamika global saat ini, mulai dari pergeseran geopolitik hingga fluktuasi pasar dan perkembangan teknologi, memberikan dampak nyata bagi perekonomian domestik.
“Kita harus mampu memahami dan mengantisipasi setiap perubahan agar tetap berdaya saing,” ungkap sosok yang akrab disapa Mbak Iin tersebut.
Ia menilai paparan dari Mirza Adityaswara memberikan perspektif strategis mengenai peran OJK dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Momentum ini diharapkan dapat memicu mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan analisis kritis demi kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Indonesia.
Dalam sesi motivasinya, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara mengingatkan para mahasiswa bahwa kekayaan sumber daya alam dan tambang memiliki keterbatasan. Ia menegaskan bahwa kunci utama kemajuan sebuah bangsa terletak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Sumber daya manusia menjadi bagian yang sangat penting untuk terus dibangun, agar mampu mengolah apa yang ada di Indonesia dan memimpin untuk menjadi lebih baik,” jelas Mirza.
Mirza memberikan komparasi dengan Singapura, negara dengan wilayah terbatas namun memiliki pendapatan per kapita yang tinggi berkat kualitas SDM yang unggul. Ia berharap mahasiswa Universitas Harkat Negeri dapat mengambil pelajaran tersebut untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing di level internasional.